KAMPAR KIRI – Di tengah keresahan warga atas rusaknya akses Rakit Gadang–Domo, sebuah harapan baru tumbuh ketika Anggota DPRD Kabupaten Kampar Dapil VI Eko Sutrisno, memimpin rapat bersama perusahaan dan para pengusaha lokal, Senin (6/4/2026).
Dari aula Kantor Camat Kampar Kiri, suara Eko Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Kampar ini mengalun tegas namun menenangkan, mengajak semua pihak bergerak dalam satu irama, membenahi jalan yang menjadi nadi pergerakan masyarakat.
Dengan tutur yang terukur dan penuh penekanan, Eko menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan kerja kemanusiaan yang menyentuh hajat banyak orang.
“Kita tidak berbicara untuk diri kita, tetapi tentang apa yang bisa kita lakukan, berapa komitmen yang kita sanggupi, dan bagaimana langkah ini membawa manfaat sebesar-besarnya,” ujarnya.
Eko mengingatkan bahwa kemampuan pemerintah daerah terbatas, hanya bisa menangani sekitar 500 meter dari ruas panjang yang perlu diperbaiki. Karena itu, ia memandang perusahaan dan pengusaha perkebunan sebagai sahabat penting dalam perjalanan perbaikan ini.
“Kita minta kontribusi. Kita berharap masing-masing perusahaan hadir bukan hanya di atas kertas, tetapi nyata di lapangan,” tutur Eko, suaranya mengayun antara ketegasan dan ajakan.
Ruas yang hendak diperbaiki memanjang dari Simpang Rakit Gadang di Lipat Kain Selatan menuju Desa Domo, dan bila diperlukan, langkah ini akan diteruskan hingga Desa Gema.
Bagi Eko, jalan itu bukan sekadar bentangan aspal, ia adalah urat kehidupan yang menghubungkan ekonomi, pendidikan, dan penghidupan warga.
Untuk memastikan rencana berjalan rapi, Eko mengajak seluruh pemangku kepentingan duduk dalam satu meja, Pemerintah Kecamatan, Polsek, Koramil, hingga organisasi lokal. Tidak ada yang berdiri paling tinggi, tidak pula paling rendah, semua berjalan sejajar.
“Jika kita berjalan bersama, maka pekerjaan besar akan terasa ringan,” ujarnya dengan nada yang seolah merangkul seluruh hadirin.
Camat Kampar Kiri, Sri Nuryani, yang membuka dan menutup rapat, memuji langkah Eko yang mampu mengumpulkan dan menyatukan perusahaan-perusahaan dalam satu tujuan. Ia menilai Eko menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan pembangunan dengan dunia usaha.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh perusahaan dan pengusaha perkebunan. Semangat gotong royong ini tumbuh karena ada dorongan dan kepedulian bersama,” ucapnya, menyulam penutupan rapat dengan rasa syukur.
Rapat berlangsung kondusif. Perusahaan-perusahaan yang hadir menyampaikan kesediaan mereka, sebagian dengan bahasa singkat, sebagian dengan nada meyakinkan. Meski rapat tak panjang, keputusan yang lahir darinya memanjang jauh, menyentuh harapan masyarakat Kampar Kiri.
Di balik meja rapat pagi itu, Eko Sutrisno berdiri sebagai penggerak, mengajak, merangkul, dan menata irama kerja bersama. Harapannya sederhana namun besar, jalan Rakit Gadang–Domo dapat pulih, dan roda kehidupan masyarakat kembali berputar tanpa hambatan.(ADV)







