KAMPAR – Perbaikan ruas jalan Padang Sawah-Gema di wilayah Rantau Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, terus dikebut secara bertahap melalui swadaya masyarakat dan dukungan para pengusaha serta pelaku usaha. Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno memilih tetap bergerak memperbaiki akses jalan tersebut tanpa mengandalkan dana APBD Kabupaten Kampar.
Eko Sutrisno kembali turun langsung memantau proses perbaikan jalan tersebut, Senin (21/9/2026). Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan pola manual, mengandalkan semangat gotong royong masyarakat bersama para pengusaha dan pelaku usaha yang memiliki kepedulian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Bagi Eko, keterbatasan anggaran daerah bukan alasan untuk menghentikan upaya memperbaiki akses masyarakat. Justru dalam kondisi fiskal yang tidak leluasa, dibutuhkan terobosan dan keterlibatan berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat diperjuangkan.
Ia mengatakan, perbaikan ruas Padang Sawah-Gema akan terus dilanjutkan meskipun progresnya tidak dapat dilakukan sekaligus. Menurutnya, yang terpenting adalah pekerjaan tetap berjalan dan dilakukan secara konsisten sesuai kemampuan yang tersedia.
“Insyaallah kita akan tetap berlanjut untuk perbaikan jalan ruas Padang Sawah-Gema. Walaupun progresnya itu perlahan tapi pasti dan semoga nantinya jalan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang banyak,” kata Eko saat memantau pengerjaan.
Ia menyadari, pengerjaan dengan pola swadaya dan manual tentu memiliki keterbatasan dibandingkan pembangunan yang menggunakan dukungan anggaran pemerintah dalam skala besar. Namun, Eko menilai semangat masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut berkontribusi merupakan hal penting yang patut dijaga.
Menurut dia, perbaikan tersebut berangkat dari kepedulian bersama terhadap akses masyarakat di Rantau Kampar Kiri. Karena itu, dirinya mendorong agar pengusaha dan pelaku usaha yang berada di kawasan tersebut dapat ikut mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
“Walaupun dengan pola manual, yang penting niat dari pengusaha dan pelaku usaha bersama dengan masyarakat. Kita ingin memperbaiki jalan, semoga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Eko menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kampung halaman sekaligus upaya mencari solusi di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Sebagai putra daerah Rantau Kampar Kiri, ia mengatakan pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu perhatian yang harus diperjuangkan. Jalan, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ruas Padang Sawah-Gema menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Eko tidak mempersoalkan jika proses perbaikan harus dilakukan secara perlahan. Baginya, pekerjaan yang dilakukan secara bertahap tetap lebih berarti selama ada progres nyata di lapangan.
“Perlahan tapi pasti. Kita akan tetap berusaha agar perbaikan ini terus berlanjut,” katanya.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut dapat terus dipertahankan. Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.
Di sisi lain, Eko tetap berharap ke depan terdapat perhatian lebih besar terhadap infrastruktur di wilayah Rantau Kampar Kiri melalui program pemerintah sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Namun untuk saat ini, ia memilih tidak menunggu. Bersama masyarakat dan para pelaku usaha, perbaikan ruas Padang Sawah-Gema tetap dilakukan secara bertahap.
Bagi Eko, setiap bagian jalan yang berhasil diperbaiki merupakan langkah kecil yang memiliki arti besar bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
“Yang penting kita punya niat untuk memperbaiki dan terus berusaha. Semoga apa yang kita lakukan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.(FLS)







