KAMPAR – Dari lokal jauh dengan sarana pendidikan terbatas hingga kini mendapat revitalisasi Rp1,95 miliar, perubahan SDN 012 Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, menjadi perhatian Wakil Bupati Kampar Misharti saat meninjau pembangunan sekolah tersebut, Sabtu (26/9/2026).
Misharti melihat langsung progres pembangunan yang mencakup enam ruang kelas baru, satu ruang administrasi, dan satu toilet melalui dukungan APBN 2026 sebesar Rp1.955.056.486.
Menurut Misharti, pembangunan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah memastikan anak-anak di wilayah jauh dan terisolir tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk anak-anak di wilayah yang jauh, terisolir, dan memiliki keterbatasan sarana pendidikan,” kata Misharti didampingi Anggota Dewan Pendidikan Kampar Eko Sutrisno.
Berawal dari Lokal Jauh
SDN 012 Rantau Kasih sebelumnya merupakan lokal jauh dari SDN 002 Rantau Kasih. Keberadaan lokal jauh tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang tinggal jauh dari sekolah induk.
Seiring waktu, kebutuhan untuk memiliki satuan pendidikan tersendiri semakin menguat. Komunikasi kemudian dilakukan antara kepala sekolah induk, para guru, komite sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan Pemkab Kampar melalui Dinas Pendidikan.
Koordinasi tersebut akhirnya membuahkan perubahan status. Lokal jauh itu kini telah menjadi satuan pendidikan negeri baru dengan nama SDN 012 Rantau Kasih.
“Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik tersebut, lokal jauh yang sebelumnya merupakan bagian dari sekolah induk SDN 002 Rantau Kasih kini telah menjadi satuan pendidikan negeri baru, yaitu SDN 012 Rantau Kasih,” ujar Misharti.
Menurut dia, perubahan status sekolah menjadi dasar penting untuk melanjutkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut.
Dapat Revitalisasi Rp1,95 Miliar
Setelah menjadi satuan pendidikan negeri baru, SDN 012 Rantau Kasih mendapat perhatian melalui program revitalisasi pada Tahun Anggaran 2026.
Dukungan anggaran sebesar Rp1.955.056.486 bersumber dari APBN 2026 melalui program pemerintah pusat untuk pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan.
Pembangunan yang dilakukan meliputi enam ruang kelas baru, satu ruang administrasi dan satu toilet.
Misharti mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana.
“Revitalisasi SDN 012 Rantau Kasih dengan dukungan anggaran APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1.955.056.486 merupakan bukti nyata bahwa kebutuhan pendidikan masyarakat harus diperjuangkan dan diwujudkan melalui langkah-langkah konkret,” katanya.
Ia mengatakan pembangunan itu tidak terlepas dari komunikasi intensif dan koordinasi berbagai pihak.
Mulai dari sekolah induk, guru, komite sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga pemerintah daerah memiliki peran dalam mendorong perubahan tersebut.
Fasilitas Harus Dijaga
Misharti meminta seluruh fasilitas yang dibangun nantinya dirawat dan dimanfaatkan secara optimal.
Ia mengingatkan pembangunan sarana pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh siswa dan masyarakat dalam waktu yang panjang.
“Saya berharap setelah sekolah ini selesai dibangun, seluruh fasilitas yang tersedia dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Misharti tidak ingin fasilitas yang telah diperjuangkan melalui proses panjang justru tidak dimanfaatkan secara maksimal.
“Jangan sampai pembangunan yang telah diperjuangkan bersama menjadi sia-sia. Ini adalah aset pendidikan yang harus kita jaga dan manfaatkan bersama untuk kepentingan anak-anak kita,” katanya.
Pemerataan Pendidikan
Selain meminta fasilitas dijaga, Misharti berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan lingkungan dan fasilitas belajar yang tersedia untuk meningkatkan prestasi.
Ia meminta siswa belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh semangat.
“Manfaatkan fasilitas yang telah tersedia untuk membangun masa depan dan menjadi generasi penerus Kabupaten Kampar yang berkarakter dan berkualitas,” ujarnya.
Misharti menegaskan Pemkab Kampar akan terus mendorong pemerataan sarana dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.
Menurutnya, lokasi sekolah tidak boleh menjadi pembeda dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus mendorong pemerataan sarana dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Kampar, tanpa membedakan apakah sekolah tersebut berada di pusat wilayah maupun di daerah yang jauh dan terisolir,” kata Misharti.(FLS)







