KAMPAR, voiceriau.com – Kondisi bangunan SMP Negeri 1 Koto Kampar Hulu yang mengalami pelapukan setelah puluhan tahun digunakan akhirnya mendapat kepastian penanganan. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar memastikan renovasi sekolah di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, telah dianggarkan melalui APBD 2027.
Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, menyusul sorotan terhadap kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai membutuhkan perbaikan serius demi menjamin keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
“Untuk renovasi bangunan SMPN 1 Koto Kampar Hulu sudah kita anggarkan melalui APBD 2027,” kata Helmi.
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan tenaga pendidik.
Sebelumnya, Pemkab Kampar telah merealisasikan perbaikan fasilitas pendukung di sekolah tersebut, salah satunya pembangunan pagar sekolah. Namun, kondisi bangunan utama yang telah berusia puluhan tahun masih membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Sorotan terhadap kondisi sekolah itu menguat setelah Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Beghab, meninjau langsung bangunan SMPN 1 Koto Kampar Hulu, Senin (26/10/2026). Peninjauan dilakukan setelah dirinya memimpin upacara bersama pihak sekolah.
Dari hasil peninjauan, sejumlah bagian bangunan dinilai memerlukan penanganan agar tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan siswa dan guru selama aktivitas belajar mengajar berlangsung.
Ahmad Beghab meminta instansi terkait tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan di lapangan.
“Kami sangat berharap pimpinan dapat memberikan perhatian pada bangunan ini beserta fasilitasnya. Kami meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar segera turun ke sini untuk mengidentifikasi kondisi sebenarnya di lapangan, bukan hanya menerima laporan di atas meja,” tegasnya.
Dibangun dengan Swadaya Masyarakat
Kepala SMPN 1 Koto Kampar Hulu, Zamra, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan ruang kelas tersebut belum mengalami perubahan atau perbaikan berarti selama dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.
“Sejak saya menjadi kepala sekolah di sini, bangunan kelas sudah seperti ini. Dari dulu sampai sekarang belum ada perubahan atau perbaikan yang berarti,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Koto Kampar Hulu, Kasmi, menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut awalnya didirikan melalui swadaya masyarakat puluhan tahun silam.
Seiring bertambahnya usia bangunan, sejumlah bagian mengalami pelapukan sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kelayakan dan keamanan fasilitas sekolah.
Bahkan, pihak sekolah bersama masyarakat pernah bergotong royong merobohkan bagian bangunan yang dianggap rawan roboh sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembenahan sarana pendidikan, terutama pada bangunan yang telah lama digunakan dan membutuhkan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kelayakannya.
Ahmad Beghab menegaskan, pihak kecamatan bersama masyarakat dan majelis guru siap berkolaborasi dalam pendataan serta mendukung upaya perbaikan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.
Dengan telah dianggarkannya renovasi melalui APBD 2027, perhatian kini tertuju pada realisasi perbaikan sesuai tahapan yang berlaku. Renovasi diharapkan dapat meningkatkan kelayakan bangunan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa serta tenaga pendidik di SMPN 1 Koto Kampar Hulu.(Adv)







