BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar mulai memperkuat pengamanan menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kesiapan pos pengamanan terpadu yang menjadi titik pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik.
Pada Senin (16/3/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Kampar Zulfikar mendampingi Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Misharti beserta Forkopimda meninjau langsung Pos Pengamanan Terpadu di Lapangan Merdeka Bangkinang.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel lintas instansi yang bertugas selama periode pengamanan Lebaran.
Dalam kunjungan tersebut, Zulfikar mengatakan bahwa pos pengamanan terpadu menjadi salah satu titik penting dalam mengoordinasikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Kampar.
Menurut dia, kehadiran pos pengamanan bukan hanya berfungsi sebagai pusat pengawasan, tetapi juga sebagai tempat pelayanan terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah hingga unsur pendukung lainnya.
“Pos pengamanan ini menjadi simpul koordinasi antarinstansi. Kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa arus mudik,” kata Zulfikar.
Ia menegaskan bahwa pengamanan mudik membutuhkan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak. Sinergi antara TNI, Polri, Satpol PP serta instansi terkait dinilai sangat penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.
Menurut dia, petugas di lapangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena mobilitas masyarakat biasanya meningkat signifikan menjelang dan setelah Idulfitri.
“Personel yang bertugas harus selalu siaga dan responsif. Jika terjadi kepadatan kendaraan atau potensi gangguan keamanan, koordinasi harus cepat dilakukan agar situasi tetap terkendali,” ujarnya.
Pengamanan arus mudik di Kabupaten Kampar sendiri direncanakan berlangsung selama 14 hari, dimulai sejak 13 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, Satpol PP Kampar turut mengerahkan personel yang ditempatkan di sejumlah pos pengamanan strategis.
Setiap harinya, anggota Satpol PP disiagakan untuk membantu pengamanan di beberapa titik yang diperkirakan menjadi jalur padat kendaraan. Di antaranya Pos Pengamanan XIII Koto Kampar, Pos Lapangan Merdeka Bangkinang, Pos Simpang Petapahan, Pos SPBU Rimbo Panjang, Pos Kubang Jaya di Kecamatan Siak Hulu, Pos Sungai Lipai di Kecamatan Gunung Sahilan, serta pos di Gerbang Tol Tambang dan Gerbang Tol Tanjung Alai.
Keberadaan pos-pos tersebut dinilai penting karena sebagian berada di jalur lintasan utama yang menghubungkan berbagai daerah di Riau dan Sumatera Barat, yang kerap dilalui pemudik.
Zulfikar berharap seluruh personel yang bertugas dapat menjalankan tugas secara optimal dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang intensif selama masa pengamanan berlangsung.
“Harapan kami, seluruh personel tetap disiplin dan sigap di lapangan sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasa aman dan nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya ditentukan oleh aparat di lapangan, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama perjalanan.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah daerah berharap momentum Idulfitri dapat dirayakan masyarakat dengan suasana yang aman, tertib, dan kondusif, baik bagi warga yang pulang ke kampung halaman maupun masyarakat yang beraktivitas di wilayah Kabupaten Kampar.(ADV)







