KAMPAR – Bertahun-tahun, anak-anak di Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, harus belajar di bangunan sederhana berdinding papan dan berlantai tanah. Sekolah itu bahkan berstatus lokal jauh yang berjarak sekitar 30 kilometer dari sekolah induknya.
Kini, kondisi tersebut perlahan berubah. Sekolah yang sebelumnya merupakan lokal jauh SDN 002 Rantau Kasih itu telah berdiri sebagai satuan pendidikan tersendiri dengan nama SDN 012 Rantau Kasih, sekaligus mendapatkan dukungan anggaran revitalisasi hampir Rp2 miliar dari pemerintah pusat.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, mengatakan perubahan status sekolah tersebut menjadi satuan pendidikan mandiri merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan masyarakat, sekolah induk, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, serta Pemerintah Kabupaten Kampar.
Hal itu disampaikan Eko saat mengunjungi pembangunan SDN 012 Rantau Kasih bersama Wakil Bupati Kampar Misharti, Sabtu (26/9/2026).
Eko mengatakan, keberadaan sekolah tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan dasar yang lebih dekat. Jarak sekitar 30 kilometer dari sekolah induk membuat masyarakat bersama-sama membangun ruang belajar secara sederhana agar anak-anak di wilayah tersebut tetap bisa bersekolah.
“Dulunya ini lokal jauh dari SDN 002 Rantau Kasih. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari sekolah induk. Perjalanannya juga penuh debu. Berkat kerja sama masyarakat, mereka membangun lokal dengan ala kadarnya, berdinding papan dan berlantai tanah,” kata Eko.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses pendidikan tidak hanya menyangkut keberadaan sekolah, tetapi juga menyangkut kelayakan ruang belajar yang digunakan anak-anak.
Komunikasi yang terus dibangun antara pengelola SDN 002 Rantau Kasih, Disdikpora Kampar dan pemerintah daerah kemudian membuka jalan bagi perubahan status sekolah.
“Berkat iktikad dan komunikasi yang baik dari SD induk dengan Disdikpora dan Pemkab Kampar, alhamdulillah sekolah jauh ini bisa menjadi SD tersendiri, yakni SDN 012 Rantau Kasih,” ujarnya.

Wakil Bupati Kampar Misharti bersama Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kampar Eko Sutrisno bercengkrama dengan murid SDN 012 Rantau Kasih Kampar Kiri Hilir (26/09/2026).
Sempat Terkendala Status Kawasan
Eko mengungkapkan, pembangunan sekolah tersebut sebelumnya bukan tanpa hambatan. Saat dirinya mengunjungi lokasi pada 2025, terdapat persoalan terkait status kawasan tempat sekolah berada.
Informasi yang diterimanya saat itu, lokasi sekolah masuk dalam kawasan hutan dan atau wilayah konsesi perusahaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan sekolah belum dapat dilakukan secara optimal.
Namun, persoalan itu kemudian diupayakan melalui koordinasi dan pencarian dasar regulasi yang memungkinkan pemerintah melakukan intervensi pembangunan.
Eko menyebut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 menjadi salah satu dasar kebijakan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan.
Instruksi tersebut berkaitan dengan percepatan pelaksanaan program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, pembangunan dan pengelolaan SMA Unggul Garuda, serta digitalisasi pembelajaran.
“Alhamdulillah, regulasi yang pas ditemukan. Kemudian ini menjadi atensi Pemda Kampar. Kami juga terus mendorong agar sekolah ini diprioritaskan,” katanya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada 2026. SDN 012 Rantau Kasih mendapatkan alokasi Bantuan Pemerintah sebesar Rp1.955.056.486.
Dana tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Direktorat Jenderal Pendidikan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Bagi Eko, alokasi anggaran tersebut bukan sekadar pembangunan fisik sekolah. Anggaran itu menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan akses dan kualitas pendidikan antara wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan dan wilayah yang berada jauh di pelosok.

Wakil Bupati Kampar Misharti bersama Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kampar yang juga Anggota Dewan Pendidikan Kampar Eko Sutrisno berdiskusi mengenai revitalisasi pembangunan SDN 012 Rantau Kasih Kampar Kiri Hilir (26/09/2026).
Dari Inisiatif Warga hingga Perhatian Pemerintah
Eko menilai perjalanan SDN 012 Rantau Kasih menunjukkan bagaimana inisiatif masyarakat dapat menjadi pintu masuk bagi hadirnya intervensi pemerintah.
Masyarakat sebelumnya tidak menunggu kondisi ideal untuk menyediakan akses pendidikan. Dengan keterbatasan yang ada, mereka membangun ruang belajar sederhana agar anak-anak tetap dapat mengikuti pendidikan dasar.
Peran kepala sekolah, menurut Eko, juga tidak kalah penting dalam menjaga komunikasi dan mendorong agar persoalan sekolah mendapat perhatian pemerintah.
Ia secara khusus mengapresiasi Kepala SDN 002 Rantau Kasih, Hendri, beserta jajaran dan pihak terkait yang terus mengawal proses tersebut.
“Ini sebenarnya sebuah prestasi. Ketika kami berkunjung pada 2025 masih ada beberapa kendala, tetapi berjalannya waktu, kerja keras kepala sekolah, dinas terkait dan dukungan pemerintah akhirnya membuahkan hasil,” kata Eko.
Sebagai putra daerah Rantau Kampar Kiri sekaligus anggota DPRD Kampar, Eko mengatakan pembangunan SDN 012 Rantau Kasih diharapkan tidak berhenti sebagai keberhasilan satu sekolah.
Ia berharap pola koordinasi yang dilakukan dalam pembangunan sekolah tersebut dapat diterapkan pada sekolah lain yang masih menghadapi keterbatasan akses maupun sarana pendidikan.
“Saya pribadi selaku bagian dari DPRD Kabupaten Kampar serta Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar memberikan apresiasi kepada Pemda Kampar. Semoga prestasi ini bisa ditularkan untuk sekolah-sekolah lainnya,” ujarnya.
Menurut Eko, pembangunan pendidikan di daerah terpencil membutuhkan kesinambungan antara kebutuhan masyarakat, kerja sekolah, kebijakan pemerintah daerah, serta dukungan pemerintah pusat.
“Terima kasih. Tetap optimis untuk pembangunan dan kemajuan pendidikan Kabupaten Kampar,” katanya.(FLS)







