BANGKINANG KOTA – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, mendorong Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Kampar untuk mengambil peran strategis dalam pembinaan umat melalui pendekatan dakwah yang terstruktur, berkelanjutan, dan sejalan dengan agenda pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Eko usai Musyawarah Daerah (Musda) IV dan pelantikan Pengurus Daerah IKADI Kabupaten Kampar periode 2026–2031 yang dirangkai dengan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Aula SMA Muhammadiyah Bangkinang Kota, Minggu (8/2/2026).
Menurut Eko, keberadaan IKADI tidak hanya penting sebagai wadah para dai, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan dan realitas sosial masyarakat Kampar.
“Dakwah hari ini harus mampu memberi arah dan keteladanan, terutama di tengah perubahan sosial yang cepat. Dai bukan hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga hadir membimbing umat menghadapi persoalan nyata,” ujar Eko.
Ia menilai, Kabupaten Kampar dengan keberagaman organisasi keagamaan membutuhkan pola sinergi yang kuat agar upaya pembinaan umat tidak berjalan sendiri-sendiri. Dalam konteks itu, IKADI diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas ormas dan lembaga pemerintah.
“Ketika semua bergerak bersama, dakwah akan menjadi kekuatan yang menenangkan, bukan memecah. IKADI bisa menjadi simpul pemersatu dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis,” katanya.
Eko juga menyoroti momentum pelantikan pengurus IKADI yang berdekatan dengan bulan Ramadhan sebagai peluang memperkuat peran dai dalam membangun kesadaran spiritual sekaligus sosial di masyarakat.
“Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga kepedulian sosial. Dai perlu mendorong nilai empati, kejujuran, dan tanggung jawab sosial agar benar-benar terasa di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam Musda IV tersebut, Ustadz Joko Sumaryono, Lc., M.A., dilantik sebagai Ketua PD IKADI Kabupaten Kampar periode 2026–2031, dengan Ustadz Yasril Ihza Mahendra sebagai sekretaris.
Eko menyebut sosok Joko bukan figur asing bagi masyarakat Kampar, khususnya Kampar Kiri, karena berasal dari Lipat Kain, kampung yang sama dengan dirinya.
“Ustadz Joko ini satu kampung dengan saya, dari Lipat Kain, Kampar Kiri. Beliau memiliki latar belakang keilmuan yang kuat dan pengalaman dakwah yang luas. Ini menjadi modal penting untuk memimpin IKADI Kampar,” kata Eko.
Menurut Eko, kedekatan geografis dan kultural tersebut diharapkan dapat memperkuat kepekaan kepemimpinan IKADI terhadap persoalan umat di tingkat akar rumput.
Kegiatan ini dihadiri Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kampar Muhammad mewakili Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Ketua PW IKADI Riau KH Muhammad Mursyid, Anggota DPR RI Syahrul Aidi, unsur DPRD Kabupaten Kampar, serta perwakilan TNI dan Polri.
Eko berharap kepengurusan baru IKADI Kampar mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan, relevan, dan membumi, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat Kampar yang religius dan berdaya saing.(Advertorial)







