BANGKINANG, voiceriau.com – Persoalan sekolah kelas jarak jauh di Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung, yang tengah menjadi sorotan publik, mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kampar. Wakil Ketua I DPRD Kampar dari Fraksi Golkar, Iib Nursaleh, mendorong agar anggaran yang berpotensi menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) segera dialihkan untuk membenahi infrastruktur sekolah tersebut.
Dorongan itu disampaikan Iib dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kampar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 di Bangkinang Kota, Rabu (23/9/2026).
Iib mengatakan, dalam pembahasan tersebut Banggar menemukan sejumlah kegiatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang diperkirakan tidak terlaksana hingga akhir tahun anggaran.
Dua kegiatan yang menjadi perhatian adalah perbaikan lintasan lari dan toilet di Stadion Tuanku Tambusai senilai Rp600 juta serta pembangunan monumen pesawat senilai Rp300 juta.
“Jadi ada beberapa kegiatan yang kami lihat di Dinas PUPR yang tidak terlaksana dan mungkin tidak terlaksana sehingga bisa menjadi Silpa. Ada dua item, satu Rp600 juta untuk perbaikan lintasan lari dan toilet di Stadion Tuanku Tambusai, kemudian pembuatan monumen pesawat Rp300 juta,” kata Iib.
Menurut dia, total sekitar Rp900 juta dari dua kegiatan tersebut didorong untuk direalokasikan ke sektor pendidikan, khususnya untuk menangani persoalan infrastruktur kelas jarak jauh di Sungai Agung.
“Kami gerak cepat langsung menyampaikan kepada TAPD agar dana ini dialokasikan ke Dinas Pendidikan untuk sesegera mungkin menyelesaikan kondisi infrastruktur bangunan kelas jarak jauh di Sungai Agung,” ujarnya.
Iib menilai, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain menyangkut kebutuhan dasar peserta didik, kondisi sekolah yang menjadi perhatian publik itu dinilai dapat memberikan citra buruk terhadap penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Kampar apabila tidak segera ditangani.
Ia berharap setelah APBD Perubahan 2026 disahkan pada 28 September mendatang, Dinas Pendidikan Kampar dapat bergerak cepat menyiapkan pelaksanaan pembangunan.
“Setelah pengesahan APBD Perubahan 2026, kami berharap Dinas Pendidikan bisa bergerak cepat menyiapkan segala sesuatunya sehingga anggaran ini bisa segera dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan tersebut akibat kelalaian kita bersama,” katanya.
Minta Audit Sekolah Tak Layak
Tak hanya menyelesaikan persoalan di Sungai Agung, Iib juga meminta Dinas Pendidikan Kampar melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.
Menurut dia, pendataan harus dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan berapa banyak sekolah yang masuk kategori tidak layak, baik dari sisi bangunan maupun sarana pendukung pembelajaran.
“Dinas Pendidikan harus benar-benar turun ke lapangan. Audit dan data berapa jumlah sekolah di Kampar yang kategorinya tidak layak dari segi bangunan,” tegas Iib.
Ia mengatakan, langkah tersebut penting agar persoalan serupa tidak kembali muncul di daerah lain.
Pembenahan, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan ketika sebuah persoalan sudah viral. Pemerintah daerah perlu memiliki data yang jelas mengenai kondisi seluruh sekolah sebagai dasar menentukan skala prioritas pembangunan.
“Jangan sampai persoalan seperti ini terulang lagi. Kita ingin dunia pendidikan di Kampar menjadi lebih baik, baik dari sisi mutu pendidikan maupun infrastrukturnya,” ujar Iib.
Rapat Banggar bersama TAPD tersebut dipimpin Iib Nursaleh dan dihadiri Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi serta Wakil Ketua DPRD Kampar Zulpan Azmi dan Sunardi. Dalam pembahasan itu, unsur perangkat daerah yang hadir antara lain Bapenda, BPKAD serta sejumlah OPD yang berkaitan dengan pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, PUPR, sosial dan RSUD tanpa dihadiri Sekda Kampar dan Asisten.
Iib menegaskan, penanganan kelas jarak jauh Sungai Agung harus menjadi momentum bagi Pemkab Kampar untuk membenahi persoalan infrastruktur pendidikan secara lebih menyeluruh, bukan sekadar menyelesaikan satu persoalan yang sedang menjadi sorotan.(FLS)







