Menu

Mode Gelap
Eko Sutrisno Rangkul Perusahaan Turun Tangan Perbaiki Jalan Lipat Kain–Gema Halal Bihalal KONI Kampar dan Pengurus Cabor Berlangsung Hangat, Silaturahmi Dipererat Lewat Momen Kebersamaan Eksepsi Abdul Wahid: Dakwaan Tidak Lengkap, Tidak Jelas, dan Tidak Sah Pemkab Kampar Lantik 26 Pejabat Baru, Pj Sekda Ardi: Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Pj Sekda Ardi: Festival Lomang Ayo Onam Harus Jadi Penjaga Identitas Budaya Kampar Antisipasi Kemacetan, Plt Kasatpol-PP Kampar Zulfikar Minta Masyarakat Tertib Berkendara Saat Aghi Ayo Onam

Advertorial

Juara Dua API 2025, Di Antara Riak dan Batu, Subayang Menulis Namanya di Hati Indonesia

badge-check


					Kiri-kanan: Dedi Irawan Ketua Pokdarwis Batu Dinding Desa Tanjung Belit, Wakil Bupati Kampar Misharti, Anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno merayakan kemenangan Subayang diajang API 2025 Perbesar

Kiri-kanan: Dedi Irawan Ketua Pokdarwis Batu Dinding Desa Tanjung Belit, Wakil Bupati Kampar Misharti, Anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno merayakan kemenangan Subayang diajang API 2025

BENGKAYANG, Voiceriau.com – Suasana hangat terasa di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Bengkayang pada Selasa (18/11/2025) malam ketika nama Subayang Rafting diumumkan sebagai Peringkat Kedua kategori Wisata Air dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2025.

Wakil Bupati Kampar, Misharti, berdiri menerima penghargaan yang disebutnya sebagai hasil nyata kerja keras masyarakat Tanjung Belit dan Pokdarwis Batu Dinding.

Bagi Kabupaten Kampar, pencapaian ini bukan sekadar seremoni tahunan. Penghargaan ini menegaskan bahwa potensi alam Subayang yang selama ini dijaga ketat oleh masyarakat telah mencapai panggung pengakuan nasional.

Acara penganugerahan dihadiri Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis Advisor API Patrice Rio Capella, serta delegasi berbagai daerah. Dari Kampar hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno, serta Ketua Pokdarwis Tanjung Belit, Dedi Irawan, sosok penggerak utama wisata Subayang.

Usai menerima penghargaan, Wabup Misharti menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti kerja kolektif masyarakat desa yang menjaga alam dan mengembangkan wisata secara mandiri.

“Saya sangat bangga dengan prestasi yang diraih Pokdarwis Batu Dinding. Prestasi ini membawa harum nama Kabupaten Kampar di tingkat nasional,” ujar Misharti.

Ia berharap penghargaan API 2025 menjadi pendorong lahirnya inovasi baru dalam pengelolaan wisata di Kampar.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi agar pengelolaan Subayang Rafting semakin baik, aman, dan profesional,” tambahnya.

Sebagai putra Serantau Kampar Kiri daerah yang dikenal sebagai rumah bagi banyak destinasi alam Eko Sutrisno tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Kampar ini, Subayang bukan hanya objek wisata, melainkan identitas masyarakat Kampar Kiri yang hidup berdampingan dengan sungai dan hutan.

“Sebagai putra Kampar Kiri, saya bangga sekali. Subayang Rafting adalah simbol budaya kami, simbol masyarakat yang menjaga alam,” tegas Eko.

Namun Eko juga menambahkan bahwa prestasi tahun ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia menilai masih banyak potensi wisata yang bisa didorong tampil di API berikutnya.

“Tahun besok, insyaallah hasilnya akan lebih baik. Kita promosikan spot-spot wisata lainnya yang masih tersembunyi,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap dukungan penuh pemerintah daerah.

“Support full dari Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti sangat berarti. Good luck untuk kawan-kawan Pokdarwis Subayang Rafting Tanjung Belit. Terus maju dan angkat potensi daerah,” kata Eko.

Menurut Eko, peran Pokdarwis dan masyarakat lokal sangat menentukan arah pembangunan pariwisata Kampar ke depan.

Tanjung Belit, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Dokumentasi Pokdarwis Batu Dinding Tanjung Belit, keindahan alam dari hulu Subayang yang kini bicara di panggung nasional.(Dedi Irawan)

Di balik prestasi API 2025, terdapat tangan-tangan masyarakat yang tak pernah lelah. Salah satu sosok sentralnya adalah Dedi Irawan, Ketua Pokdarwis Batu Dinding.

Dedi mengaku bersyukur karena usaha bertahun-tahun dari masyarakat akhirnya mendapat pengakuan nasional.

“Prestasi ini adalah buah kerja keras anak nagari. Kami membangun Subayang Rafting dari nol, dari sungai yang dulu hanya untuk aktivitas harian,” ujar Dedi.

Ia mengatakan penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari peningkatan kualitas.

“Kami semakin bersemangat. Ke depan kami akan memperbaiki fasilitas, meningkatkan keamanan jalur rafting, dan menambah kapasitas pemandu,” katanya.

Baginya, Subayang bukan hanya wisata, tetapi ruang hidup yang harus dijaga.

“Kami bekerja dengan gotong royong. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Tanjung Belit dan Kampar Kiri,” ujarnya.

Subayang Rafting dikenal sebagai salah satu jalur arung jeram alami terbaik di Sumatera. Sungainya yang dinamis, bebatuannya yang khas, serta bentang hutan yang masih lestari menjadikan destinasi ini unik dibanding wisata air lainnya.

Sejak dikelola Pokdarwis, Subayang tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga sumber ekonomi baru bagi warga desa mulai dari pemandu, pengelola perahu, homestay, hingga UMKM.

Menutup rangkaian acara, Wabup Misharti menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci.

“Pembangunan pariwisata tidak bisa bergerak sendiri. Kami berharap semua pihak terus bersinergi menjaga dan mengembangkan pariwisata Kampar,” tegasnya.

Penghargaan API 2025 membawa harapan baru bahwa Kampar tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai salah satu daerah dengan potensi wisata alam terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional.

Dari Tanjung Belit, dari Sungai Subayang yang tak pernah berhenti mengalir pariwisata Kampar terus menata arah masa depan.(FLS)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Eko Sutrisno Rangkul Perusahaan Turun Tangan Perbaiki Jalan Lipat Kain–Gema

1 April 2026 - 19:40 WIB

Halal Bihalal KONI Kampar dan Pengurus Cabor Berlangsung Hangat, Silaturahmi Dipererat Lewat Momen Kebersamaan

1 April 2026 - 11:59 WIB

Eksepsi Abdul Wahid: Dakwaan Tidak Lengkap, Tidak Jelas, dan Tidak Sah

30 Maret 2026 - 20:13 WIB

Pemkab Kampar Lantik 26 Pejabat Baru, Pj Sekda Ardi: Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

30 Maret 2026 - 10:03 WIB

Pj Sekda Ardi: Festival Lomang Ayo Onam Harus Jadi Penjaga Identitas Budaya Kampar

28 Maret 2026 - 05:54 WIB

Trending di Advertorial