Pulau Birandang, Voiceriau.com – Kepala Desa Pulau Birandang, Tomas Renaldo, memberikan apresiasi tinggi kepada tiga sosok pemuda yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga semangat kebersamaan, melestarikan adat, dan memajukan kegiatan sosial di desa, Rabu (29/10/2025).
Ketiganya adalah Febri Nurdiansyah, Syaidurrahman Alhuzaify, dan Kolonel Infanteri Aidil Amin, yang dikenal sebagai Datuok Palo Panglimo Kampa.
Apresiasi itu disampaikan Tomas dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Desa Pulau Birandang yang bertemakan Tumbuh Berseri Bangkit Bersinergi Kampar Dihati Riau Bermarwah, yang dirangkaikan dengan pelaksanaan tradisi adat Ma’aghak Suwek dan Turnamen Semi Open Bola Voli Rajawali Cup 2025
Kedua kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda.
Menurut Tomas, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tahun ini menunjukkan bahwa peran pemuda telah berkembang dari sekadar pelaksana kegiatan menjadi penggerak sosial dan penjaga nilai-nilai budaya.
Ia menilai, semangat gotong royong yang ditunjukkan generasi muda menjadi fondasi kuat dalam membangun desa yang maju dan berkarakter.
Dalam pandangan Tomas, Febri Nurdiansyah sebagai Ketua Pemuda Desa Pulau Birandang menjadi figur sentral yang mampu menyatukan potensi generasi muda di tengah dinamika masyarakat.
Kepemimpinannya dianggap berhasil menciptakan ruang partisipasi aktif bagi pemuda dalam kegiatan adat, sosial, dan olahraga. Peran tersebut menjadi bukti nyata bahwa regenerasi sosial di Pulau Birandang berjalan dengan baik.
Sementara itu, Syaidurrahman Alhuzaify, selaku Ketua Panitia Turnamen Semi Open Bola Voli Rajawali Cup 2025, dinilai berhasil menghidupkan kembali semangat sportivitas dan kebersamaan melalui olahraga.
Turnamen bola voli tahunan tersebut menjadi ajang yang tidak hanya melahirkan bakat lokal, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga dan generasi.
Tomas menilai kegiatan ini sebagai cerminan kematangan organisasi pemuda dalam mengelola agenda besar yang melibatkan banyak pihak.
Peran Strategis Datuok Palo Panglimo Kampa Aidil Amin
Di sisi lain, perhatian khusus juga diberikan kepada Aidil Amin, tokoh muda adat bergelar Datuok Palo Panglimo Kampa, yang saat ini menjabat Aspers Komando Daerah Militer (Kodam) XXIV/Mandala Trikora.
Meskipun bertugas di luar daerah, kontribusi dan dukungan moralnya terhadap Pulau Birandang dianggap sebagai bentuk kecintaan seorang anak negeri terhadap kampung halamannya.
Kehadiran figur seperti Aidil, menurut Tomas, memperkuat hubungan antara nilai adat, kepemimpinan modern, dan keteladanan bagi generasi muda.
Ia kerap memberi motivasi dan dukungan moril agar para pemuda berani berinovasi, menjaga adat, dan turut berperan dalam pembangunan desa.
“Beliau menjadi inspirasi bagi kami semua. Banyak gagasan dan dorongan yang datang dari beliau untuk memajukan Pulau Birandang,” ungkap Tomas.
Bagi Tomas, ketiga sosok ini menggambarkan wajah pemuda Pulau Birandang yang ideal, berkarakter, berdedikasi, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Ia menyebut bahwa keberhasilan kegiatan desa tidak lepas dari peran kepemimpinan kolektif yang dibangun dengan semangat kebersamaan.
Peringatan HUT Desa Pulau Birandang ke-48 dan pelaksanaan tradisi Ma’aghak Suwek menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara pemerintah desa, pemuda, dan tokoh adat mampu menghadirkan kegiatan yang bernilai budaya sekaligus memperkuat identitas sosial masyarakat.
Menurut Tomas, keberlanjutan tradisi seperti Ma’aghak Suwek bukan hanya soal seremonial tahunan, tetapi juga upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Dalam konteks itu, pelibatan pemuda menjadi kunci penting dalam memastikan nilai-nilai adat tetap relevan dengan semangat modern.
Melalui apresiasi yang ia sampaikan, Tomas berharap keteladanan dari tiga sosok tersebut dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan desa.
Ia menegaskan bahwa kemajuan Pulau Birandang tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, kepedulian, dan rasa memiliki di antara warganya.
“Pemuda adalah kekuatan moral, sosial, dan budaya desa. Mereka adalah penerus nilai dan penggerak masa depan Pulau Birandang,” ujar Tomas menutup pernyataannya.
Dengan semangat kolaboratif seperti yang ditunjukkan oleh para pemuda tersebut, Pulau Birandang kini menatap masa depan dengan optimisme, menjaga adat, memperkuat kebersamaan, dan membangun kemajuan dari akar tradisi sendiri.(FLS)







