Bangkinang – Gelaran Festival Lomang Ayo Onam ke-II resmi ditutup oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah, dalam sebuah acara yang berlangsung semarak di Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Jumat (27/3).
Penutupan festival ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan budaya yang sejak awal pekan ramai disaksikan masyarakat.
Festival yang mengangkat tradisi pengolahan lomang, makanan khas Kampar berbahan dasar ketan yang dimasak di dalam bambu, kembali menjadi magnet bagi warga setempat.
Suasana penutupan tidak hanya diisi antusiasme masyarakat, tetapi juga menunjukkan kuatnya ikatan budaya yang diwariskan turun-temurun di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi lokal adalah bagian penting dari identitas masyarakat Kampar.
Ia mengapresiasi tingginya partisipasi panitia dan warga yang telah menjaga kegiatan ini tetap hidup dan berkembang.
“Festival Lomang Ayo Onam ini merupakan kekayaan budaya yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Tradisi seperti ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga ruang kebersamaan yang memperkuat karakter masyarakat Kampar,” ujar Ardi.
Ia menambahkan bahwa potensi budaya semacam ini memiliki daya tarik tersendiri dalam mempromosikan Kabupaten Kampar sebagai daerah yang kaya tradisi.
Ardi Mardiansyah juga menyoroti pentingnya konsistensi pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan budaya berbasis masyarakat.
Menurutnya, pelestarian tradisi tidak cukup hanya dengan seremonial tahunan, tetapi memerlukan ruang pembinaan, partisipasi aktif masyarakat, serta keterlibatan generasi muda.
Acara penutupan turut dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, unsur Forkopimcam, dan berbagai perwakilan komunitas budaya.
Kehadiran pejabat daerah dalam jumlah besar disebut Ardi sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan kebudayaan lokal.
Selain seremoni resmi, festival juga diramaikan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari atraksi musik daerah, permainan rakyat, hingga unjuk karya kuliner khas.
Rangkaian kegiatan tersebut membuat suasana penutupan semakin meriah, sekaligus menegaskan posisi Festival Lomang sebagai agenda budaya yang mulai mengakar di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan tahun ini, Ardi berharap Festival Lomang Ayo Onam dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang mampu memberi dampak lebih luas, tidak hanya pada pelestarian nilai budaya, tetapi juga pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Tradisi harus berjalan beriringan dengan kemajuan, dan festival ini adalah contohnya,” katanya menutup sambutan.
Festival Lomang Ayo Onam ke-II pun resmi ditutup dengan optimisme bahwa tradisi lokal Kampar akan tetap terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat dari masa ke masa.(ADV)







