KAMPAR, voiceriau.com – Jalan penghubung Sungai Pagar-Rantau Kasih sepanjang 1,5 kilometer yang menjadi akses penting menuju Pelalawan dan Kuantan Singingi mulai dibangun menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
Wakil Bupati Kampar Misharti meninjau langsung pembangunan jalan tersebut, Sabtu (26/9/2026). Ia menegaskan, perbaikan akses itu menjadi keharusan karena menjadi jalur utama mobilitas sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.
“Ini akses utama masyarakat dari Sungai Pagar menuju Rantau Kasih. Perbaikannya menjadi keharusan agar aktivitas dan perekonomian masyarakat semakin lancar,” kata Misharti.
Menurut Misharti, jalan tersebut memiliki posisi strategis karena menghubungkan Kelurahan Sungai Pagar dengan Desa Rantau Kasih sekaligus menjadi akses menuju wilayah Kabupaten Pelalawan dan Kuantan Singingi.
Pembangunan dan pengaspalan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer itu menggunakan DBH Sawit. Misharti meminta pelaksanaan pekerjaan mengutamakan kualitas sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan meninjau langsung pembangunan jalan yang menghubungkan Kelurahan Sungai Pagar dengan Desa Rantau Kasih,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan dengan baik sehingga akses transportasi masyarakat semakin lancar, termasuk dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pengangkutan hasil perkebunan.
“Mudah-mudahan pembangunan ini selesai dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Misharti mengatakan Pemkab Kampar akan terus memperkuat sinergi bersama DPRD dan pemerintah kecamatan dalam membuka akses serta meningkatkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
DPRD: Urat Nadi Ekonomi Warga
Anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno menyebut pembangunan jalan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar.
Menurut Eko, akses Sungai Pagar-Rantau Kasih bukan sekadar jalur penghubung antarkawasan, tetapi menjadi jalur yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Segmen jalan ini merupakan urat nadi perekonomian warga sekitar,” kata Eko.
Ia mengapresiasi langkah Pemkab Kampar yang memanfaatkan DBH Sawit untuk peningkatan jalan tersebut. Menurutnya, pembangunan itu akan berdampak langsung terhadap kelancaran transportasi dan pengangkutan hasil pertanian sawit.
“Kami di DPRD Kampar sangat mendukung pemanfaatan DBH Sawit untuk peninggian jalan ini, karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Eko menegaskan DPRD Kampar akan terus mendukung sekaligus mengawal pengalokasian anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia berharap pembangunan jalan tersebut dikerjakan sesuai standar dan memiliki kualitas yang mampu menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.(FLS)







