KAMPAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus memperkuat peran perempuan melalui Srikandi Movement – Women Support Women. Tahun ini, program bertajuk “Langkah Tangguh Perempuan, Wujudkan Kemandirian” menyasar 38 perempuan di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.
Program ini memanfaatkan potensi lokal yang sudah berkembang, seperti tanaman kelor, untuk diperluas ke tiga bidang usaha produktif: batik, budidaya maggot, dan ikan lele. Tujuannya, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama kaum perempuan.
“PLN pada prinsipnya memfasilitasi potensi yang sudah ada. Karena masyarakat Salo Timur memiliki kelor yang bisa dikembangkan, maka Srikandi PLN hadir memperkuat usaha perempuan lewat batik, maggot, dan lele,” kata Senior Manager Perencanaan PLN UIP Sumbagteng, Dwi Asta, di sela kegiatan, Selasa (30/9/2025).
Ia berharap 38 peserta penerima manfaat bisa menjadi agen motivasi di tingkat kabupaten hingga provinsi. “Mereka bukan hanya penerima, tapi juga motivator bagi perempuan lain agar semakin berdaya,” tambahnya.
Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta. Direktur PT Mond Nature Lestari, Nurhidayah Sari, menyebut program Srikandi PLN menjadi bukti nyata penguatan perempuan desa. “Perempuan bisa mandiri tanpa meninggalkan tugasnya sebagai ibu. Program ini memberi ruang bagi mereka untuk menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua TP PKK Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan.
“Budidaya lele bisa memenuhi kebutuhan protein keluarga, sementara maggot bermanfaat ganda—mengurangi sampah rumah tangga, jadi pakan ternak, sekaligus sumber pendapatan baru,” kata Nurheryani.
Hadir pula dalam kegiatan ini Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kampar, Ny. Ricana Hambali, Camat Salo Sofiandi, beserta jajaran PKK Kecamatan Salo.
Melalui program ini, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan perempuan desa lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing.(Advertorial)







