PELALAWAN – Sebuah video yang memperlihatkan aksi mengharukan seorang anak laki-laki di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, viral di media sosial. Dalam video tersebut, anak itu tampak mengumpulkan makanan bergizi gratis (MBG) yang diperolehnya di sekolah untuk diberikan kepada ayahnya yang tengah menjalani hukuman di penjara.
Meski belum dapat dipastikan secara rinci waktu dan lokasi persis kejadian, video itu telah beredar luas di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, memantik simpati publik. Banyak warganet mengaku terharu melihat ketulusan sang anak yang tetap menunjukkan kasih sayang kepada orang tuanya di tengah keterbatasan.
Dalam video yang beredar, anak laki-laki itu terlihat didampingi seorang perempuan yang diduga merupakan ibu kandungnya. Dengan polos, ia mengumpulkan makanan yang diterimanya dari program MBG di sekolah, lalu menyimpannya untuk dibawa kepada sang ayah.
Kisah ini sontak menyentuh hati banyak orang. Beragam komentar doa dan harapan membanjiri unggahan video tersebut. Warganet berharap anak itu kelak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan sukses, serta tidak mengulangi kesalahan yang membuat ayahnya harus berhadapan dengan hukum.
Kepala SPPG Ukui Salman Kholis, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa anak itu merupakan salah satu penerima manfaat dari dapur MBG yang dikelola oleh Yayasan Islam Terpadu Kabun.
“Benar, anak tersebut adalah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Ia menyisihkan makanan yang didapat untuk diberikan kepada ayahnya yang sedang menjalani hukuman,” ujar Salman, Rabu (22/04/2026).
Program MBG sendiri merupakan upaya untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah, khususnya di daerah. Namun dalam kasus ini, program tersebut justru menghadirkan kisah kemanusiaan yang tak terduga.
Hingga kini, identitas lengkap anak tersebut belum diungkap ke publik demi menjaga privasinya. Sementara itu, video yang terus beredar menjadi pengingat akan kuatnya ikatan keluarga, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun.
Peristiwa ini juga menjadi refleksi bagi banyak pihak tentang pentingnya perhatian terhadap kondisi sosial dan psikologis anak-anak yang orang tuanya tengah menjalani hukuman, agar mereka tetap mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk tumbuh dengan baik.(***)







