TAMBANG – Kondisi memprihatinkan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Tambang di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, menarik perhatian Bupati Kampar Ahmad Yuzar.
Dalam kunjungan lapangannya, Selasa (14/10), Bupati tampak tertegun saat melihat langsung ruang belajar siswa yang masih berdinding papan dan berlantaikan tanah.
Beberapa ruang kelas bahkan tidak memiliki meja dan kursi memadai. Anak-anak terpaksa belajar di atas karpet seadanya, menulis dengan alas papan di pangkuan mereka. Pemandangan itu membuat Bupati Kampar tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.
“Ini sangat menyayat hati saya. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi pendidikan seperti ini. Anak-anak kita berhak mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan aman,” ujar Ahmad Yuzar dengan nada prihatin.
Kondisi Sekolah Memprihatinkan
Kunjungan Bupati tersebut turut didampingi Kepala Bappeda Kampar Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar Muhammad, serta Plt Camat Tambang Yorin Effendy. Mereka meninjau kondisi bangunan dan fasilitas yang jauh dari standar sekolah layak.
Di setiap ruangan, tampak dinding papan yang mulai lapuk, atap seng yang bocor, serta lantai tanah yang becek bila hujan turun. Beberapa ruang bahkan harus disekat kain untuk membedakan kelas.
Melihat langsung kondisi itu, Bupati Kampar langsung menginstruksikan Kepala Bappeda Kampar agar memasukkan pembangunan SMPN 10 Tambang ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
“Saya minta segera dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. Ini tidak bisa dibiarkan di tengah kemajuan zaman sekarang. Tidak seharusnya masih ada anak-anak kita yang belajar di ruang seperti ini,” tegas Ahmad Yuzar.
Pendidikan Jadi Prioritas
Bupati menegaskan, sektor pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah Kabupaten Kampar. Ia menyebut, pembangunan sumber daya manusia tidak akan berhasil tanpa dukungan sarana pendidikan yang memadai.
“Kita tidak bisa bicara tentang kemajuan dan kesejahteraan kalau pendidikan dasar saja masih seperti ini. Tahun depan sekolah ini harus dibangun dengan fasilitas yang layak, agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman,” tegasnya lagi.
Kepedulian Ahmad Yuzar terhadap kondisi sekolah di daerah terpencil itu disambut antusias warga dan pihak sekolah. Mereka mengaku baru kali ini mendapat perhatian langsung dari kepala daerah.
Harapan dari Guru dan Warga
Seorang guru yang telah mengajar sejak sekolah tersebut berdiri tak kuasa menahan haru.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Kampar yang sudah datang langsung melihat kondisi kami. Semoga pembangunan sekolah ini segera terealisasi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Warga Desa Teluk Kenidai pun menilai kunjungan itu menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang selama ini kurang tersentuh pembangunan.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan akan terus berkomitmen memperbaiki infrastruktur pendidikan di seluruh wilayah, terutama di daerah pedesaan. Pembangunan SMPN 10 Tambang akan menjadi salah satu fokus dalam program prioritas APBD 2026.
Dengan langkah ini, Pemkab Kampar berharap kesenjangan pendidikan antara wilayah kota dan desa dapat dipersempit, serta seluruh anak-anak Kampar memperoleh kesempatan belajar yang layak tanpa terkecuali.(Advertorial)







