KAMPAR, Voiceriau.com – Momentum Hari Guru Nasional 2025 dan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjadi ruang refleksi penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kampar.
Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Umum PGRI Kabupaten Kampar Misharti menyampaikan pesan mendalam mengenai peran guru sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Dalam pernyataannya, Misharti menegaskan bahwa pendidikan adalah bentuk investasi terbesar yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Namun, investasi ini hanya bernilai ketika berada di tangan para guru, yang ia sebut sebagai “agen perubahan”.
“Hari Guru adalah pengingat bahwa pendidikan adalah investasi terbesar. Bapak ibu guru adalah agen perubahan yang membuat investasi itu berharga. Terima kasih telah menjadi pelita yang menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah,” ucap Misharti.
Ia menggambarkan profesi guru sebagai sosok yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan imajinasi, dan membuka jalan menuju kesempatan hidup yang lebih luas.
Menurutnya, pelajaran yang ditulis guru tidak sekadar menjadi materi di kelas, tetapi juga menjadi jejak penting dalam perjalanan kehidupan setiap murid.
Sebagai Ketua Umum PGRI Kampar, Misharti menyampaikan apresiasi khusus kepada para guru di wilayah Kabupaten Kampar. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama organisasi profesi guru akan terus memperkuat sinergi, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Dalam konteks nasional, tema besar Hari Guru Nasional 2025, “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas 2045,” menjadi landasan penting bagaimana peran strategis guru tidak dapat dipisahkan dari visi besar Indonesia pada dua dekade mendatang.
Misharti menyatakan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai bila pondasi pendidikan diperkuat sejak hari ini. PGRI, sebagai organisasi profesi, disebutnya akan terus mendorong peningkatan kualitas guru melalui pembinaan kompetensi, pelatihan inovatif, serta advokasi untuk penguatan kesejahteraan.
Dalam pesannya yang emosional, Misharti menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kampar.
“Terima kasih, guru. Memiliki Anda dalam kehidupan telah membuka kekuatan batin dan imajinasi kami. Teruslah semangat dan ikhlas memberikan pelayanan serta pendidikan kepada anak-anak kita ke depan,” tuturnya.
Ucapan itu sekaligus menjadi simbol penghormatan atas dedikasi guru yang bekerja di berbagai kondisi, baik di sekolah perkotaan maupun pelosok daerah.
Pendidikan di Kabupaten Kampar masih menghadapi tantangan, kesenjangan fasilitas, distribusi guru, penguatan literasi, serta adaptasi terhadap teknologi pembelajaran.
Namun, pemerintah daerah mengklaim terus mengakselerasi upaya perbaikan, termasuk pengembangan sekolah ramah anak, peningkatan pelatihan guru, serta perluasan akses pendidikan.
Para pengamat pendidikan menilai bahwa keterlibatan pemerintah daerah yang aktif, termasuk peran strategis PGRI, menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan tersebut. Momentum Hari Guru Nasional disebut menjadi refleksi untuk memastikan arah kebijakan pendidikan terus berada di jalur yang tepat.(FLS)







