Menu

Mode Gelap
Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas Lantunkan Bait Lagu Amin Ambo, Amir Sebut Pemerataan Pembangunan di Kampar Hanya Dongeng Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kampar Eko Sutrisno Soroti Kemiskinan hingga Infrastruktur

Daerah

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kampar Gustami Siregar: Perusahaan Harus Hadir Sejahterakan Warga Sekitar

badge-check


					Gustami Siregar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kampar fraksi Nasdem. Perbesar

Gustami Siregar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kampar fraksi Nasdem.

Bangkinang, Kampar, Voiceriau.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar menaruh perhatian serius terhadap konflik berkepanjangan antara masyarakat Desa Kemang Indah, Kecamatan Tambang, dengan PT GUP.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kampar, Gustami Siregar, menegaskan bahwa perusahaan harus menunjukkan tanggung jawab sosial yang nyata dan berkeadilan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Hal tersebut disampaikan Gustami usai memimpin rapat dengar pendapat (RDP) dengan perwakilan masyarakat Desa Kemang Indah di Bangkinang, Senin (15/12/2025).

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan krusial, mulai dari konflik Hak Guna Usaha (HGU), ketenagakerjaan, hingga transparansi penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR).

“Dari laporan yang kami terima, masyarakat menilai perusahaan belum menunjukkan kepedulian yang memadai terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Ini yang kemudian memicu berbagai persoalan, baik konflik lahan, ketenagakerjaan, maupun CSR,” ujar Gustami.

Menurutnya, DPRD Kampar, khususnya Komisi III, memandang persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Diperlukan dialog terbuka dan komitmen bersama antara perusahaan dan masyarakat agar konflik tidak berlarut-larut dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Dalam RDP tersebut, Komisi III membedah secara menyeluruh persoalan yang disampaikan warga.

Salah satu isu utama adalah dugaan ketidaksesuaian antara luas HGU yang diajukan perusahaan dengan total lahan yang saat ini dikuasai.

Selain itu, minimnya penyerapan tenaga kerja lokal serta tidak transparannya pengelolaan dana CSR turut menjadi sorotan DPRD.

“Kami membahas mulai dari masalah HGU, ketenagakerjaan, CSR, hingga hubungan perusahaan dengan masyarakat secara umum. Semua ini saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan,” jelas Gustami.

Sebagai langkah lanjutan, Komisi III DPRD Kampar berencana mengundang manajemen PT GUP untuk menghadiri hearing lanjutan yang dijadwalkan pada pekan depan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk mempertemukan kepentingan masyarakat dan perusahaan.

“Kami ingin memfasilitasi dialog yang baik. Perusahaan harus memberikan penjelasan secara terbuka, sementara masyarakat juga mendapatkan kepastian atas hak-haknya,” kata politisi tersebut.

Gustami juga mengapresiasi sikap masyarakat Desa Kemang Indah yang selama ini menyampaikan aspirasi melalui jalur yang bijak dan konstitusional.

Menurutnya, pendekatan dialog dan negosiasi jauh lebih efektif dibandingkan tindakan emosional yang berpotensi memperkeruh suasana.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin dan tidak mengedepankan emosi. Ini modal penting untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Ia pun menegaskan agar kedua belah pihak menahan diri selama proses mediasi berlangsung. DPRD Kampar, kata Gustami, berkomitmen menjadi jembatan penyelesaian konflik demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Yang paling penting, bagaimana perusahaan dapat benar-benar berperan dalam mensejahterakan masyarakat tempatan secara adil dan berkeadilan. Itu esensi kehadiran investasi di daerah,” pungkasnya.(Advertorial)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga

16 April 2026 - 14:51 WIB

Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit

15 April 2026 - 20:14 WIB

Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

14 April 2026 - 11:56 WIB

Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas

13 April 2026 - 21:02 WIB

Lantunkan Bait Lagu Amin Ambo, Amir Sebut Pemerataan Pembangunan di Kampar Hanya Dongeng

13 April 2026 - 17:48 WIB

Trending di Advertorial