BANGKINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar, Zulfikar, mengajak seluruh aparatur dan masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, kedisiplinan, dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Zulfikar dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah, bertepatan dengan Jumat (16/1/2026).
Menurut Zulfikar, peristiwa Isra Mi’raj memiliki makna yang sangat mendalam, khususnya dalam membentuk karakter umat Islam agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.
“Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan, terutama melalui perintah salat lima waktu. Nilai inilah yang harus kita terapkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya sebagai aparatur pemerintah,” ujar Zulfikar.
Zulfikar menegaskan, sebagai garda terdepan dalam penegakan peraturan daerah, Satpol PP dituntut untuk bekerja secara profesional, humanis, dan berintegritas. Oleh karena itu, penguatan nilai keagamaan dinilai penting untuk menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.
Ia juga berharap peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi sarana introspeksi diri bagi seluruh anggota Satpol PP Kampar agar semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, kita diharapkan mampu memperbaiki diri, meningkatkan etos kerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Kampar,” kata Zulfikar.
Lebih lanjut, Zulfikar menambahkan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam peringatan Isra Mi’raj sangat relevan untuk terus ditanamkan di Kabupaten Kampar yang dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah Provinsi Riau.
Menurut dia, identitas tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku aparatur pemerintah maupun masyarakat, sejalan dengan semboyan “Kampar di Hati” yang diusung di bawah kepemimpinan Bupati Kampar dan Wakil Bupati Kampar Ahmad Yuzar–Misharti.
Ia menegaskan, penguatan nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam mendukung jalannya pemerintahan serta menciptakan tata kelola yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memperkuat keimanan dan kebersamaan di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.(FLS)







