Menu

Mode Gelap
PWI Kampar Hadirkan Turnamen Mini Soccer, Bangun Silaturahmi Lewat Olahraga Menimbang Sikap Diam Abdul Wahid dan Membaca Niat di Ruang Sidang KONI Kampar Juara Mini Soccer Cup 2026, Tampil Dominan di Final Kisah Haru Anak di Ukui, Kumpulkan Makanan MBG untuk Ayah yang Dipenjara Monitoring ke Sekolah, Plt Kadisdikpora Kampar Soroti Kesiapan ASN dan Infrastruktur Perkuat Respons Darurat, Satpol PP Kampar Siap Kolaborasi dengan Damkar dan BPBD

Daerah

Tiga Sekolah Rakyat Beroperasi di Riau, Tampung 225 Siswa dari Keluarga Miskin

badge-check


					Tiga Sekolah Rakyat Beroperasi di Riau, Tampung 225 Siswa dari Keluarga Miskin Perbesar

PEKANBARU – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial telah mengoperasikan tiga sekolah rakyat di Provinsi Riau. Dua sekolah berada di Kota Pekanbaru dan satu sekolah lainnya di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Ketiganya mulai beroperasi sejak 2025 dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Zulfadli mengatakan, sekolah rakyat yang telah berjalan di Riau melayani jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan sistem asrama.

“Saat ini di Riau sudah ada tiga sekolah rakyat, dua di Pekanbaru dan satu di Rokan Hilir. Semuanya sudah mulai beroperasi sejak tahun 2025,” kata Zulfadli di Pekanbaru, Selasa (13/01/2026).

Ia menjelaskan, total jumlah siswa yang mengikuti pendidikan di tiga sekolah rakyat tersebut mencapai 225 orang. Rinciannya, sebanyak 100 siswa bersekolah di sekolah rakyat Rumbai, Kota Pekanbaru, 50 siswa di sekolah rakyat yang berlokasi di Asrama Haji Pekanbaru, dan 75 siswa di sekolah rakyat Kabupaten Rokan Hilir.

“Jumlah siswa sekolah rakyat di Riau saat ini sebanyak 225 orang, dengan jumlah terbanyak berada di Pekanbaru,” ujarnya.

Zulfadli mengatakan, program sekolah rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mengakses pendidikan bermutu.

Menurut dia, proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan melalui verifikasi langsung oleh tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

“Dengan hadirnya sekolah rakyat, pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada anak di Riau yang tertinggal pendidikan hanya karena alasan ekonomi. Sekolah ini menjadi pintu untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka,” kata Zulfadli.

Selain tiga sekolah yang telah beroperasi, pemerintah pusat juga menargetkan pembangunan satu sekolah rakyat baru di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada tahun 2026.

Berbeda dengan sekolah rakyat sebelumnya yang memanfaatkan bangunan lama, sekolah di Kuansing akan dibangun baru menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Awal tahun ini akan dimulai pembangunan sekolah rakyat di Kuansing. Ditargetkan akhir 2026 sudah bisa dioperasikan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Riau berharap penambahan sekolah rakyat tersebut dapat semakin memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah tersebut.(MCR)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PWI Kampar Hadirkan Turnamen Mini Soccer, Bangun Silaturahmi Lewat Olahraga

25 April 2026 - 19:39 WIB

Menimbang Sikap Diam Abdul Wahid dan Membaca Niat di Ruang Sidang

25 April 2026 - 10:30 WIB

KONI Kampar Juara Mini Soccer Cup 2026, Tampil Dominan di Final

24 April 2026 - 23:08 WIB

Kisah Haru Anak di Ukui, Kumpulkan Makanan MBG untuk Ayah yang Dipenjara

22 April 2026 - 21:12 WIB

Monitoring ke Sekolah, Plt Kadisdikpora Kampar Soroti Kesiapan ASN dan Infrastruktur

22 April 2026 - 20:35 WIB

Trending di Advertorial

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777