Menu

Mode Gelap
Musda Golkar Kampar di Tengah Sorotan, Niko: Harus Jadi Ajang Konsolidasi Jelang Musda Golkar Kampar, Akmal: Kalau Tak Ada Dinamika, Bukan Golkar Namanya Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota, Digelar 21-22 September Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul? Mengetahui Sebelum Kehilangan AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital

Daerah

Pemkab Siak Pastikan 3.590 Honorer Non ASN Tetap Bekerja dan Digaji

badge-check


					Pemkab Siak Pastikan 3.590 Honorer Non ASN Tetap Bekerja dan Digaji Perbesar

SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak memastikan sebanyak 3.590 tenaga honorer non aparatur sipil negara (ASN) yang tidak masuk dalam database tetap dapat bekerja dan menerima gaji tanpa melanggar ketentuan perundang-undangan.

Kepastian tersebut disampaikan menyusul langkah yang diambil Bupati Siak, Afni Zulkifli, yang sejak awal meminta jajarannya mencari solusi agar ribuan honorer non ASN tidak dirumahkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, mengatakan persoalan honorer non ASN sebenarnya terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia. Namun, banyak pemerintah daerah memilih merumahkan tenaga honorer karena terbentur regulasi.

“Masalah ini tidak hanya terjadi di Siak. Banyak daerah sudah merumahkan tenaga honorer. Namun Ibu Bupati meminta kami serius mencari solusi agar tidak ada yang dirumahkan,” kata Mahadar, Ahad (18/1/2026).

Mahadar menjelaskan, Bupati Siak bahkan langsung berkoordinasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof Zudan Arif Fakrulloh, untuk mencari jalan keluar yang tidak melanggar aturan.

Ia menuturkan, sejak terbitnya Surat Edaran Kementerian PANRB pada 2022 yang diperkuat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, pemerintah daerah dilarang merekrut tenaga honorer baru. Namun, di Kabupaten Siak masih terjadi perekrutan honorer pada 2023, 2024, dan 2025 di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Berdasarkan data Pemkab Siak, jumlah honorer non ASN yang direkrut pada 2025 mencapai 838 orang, tahun 2024 sebanyak 406 orang, dan tahun 2023 sebanyak 262 orang. Perekrutan terbesar berada di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup, khususnya untuk tenaga kebersihan.

Mahadar menyebutkan, Bupati Siak memahami peran penting tenaga honorer dalam menjaga pelayanan dasar kepada masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga kebersihan dan keamanan.

“Banyak dari mereka sudah mengabdi lebih dari lima tahun, bahkan ada yang 10 hingga 20 tahun. Tidak mungkin langsung dirumahkan begitu saja,” ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan BKN, Bupati Siak mengutus Sekda, Badan Kepegawaian Daerah, dan Inspektorat untuk berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dari hasil koordinasi tersebut, diperoleh solusi yang dinilai aman secara aturan dan hukum.

Untuk jangka pendek, Pemkab Siak tetap akan menerbitkan surat keputusan (SK) honorer non ASN melalui kepala dinas masing-masing dan membayarkan gaji seperti biasa. Kebijakan ini berlaku selama tiga bulan sebagai masa transisi.

“SK tetap dikeluarkan dan gaji tetap dibayarkan selama tiga bulan,” kata Mahadar.

Adapun solusi jangka panjangnya, Pemkab Siak akan melanjutkan kontrak kerja para honorer melalui mekanisme outsourcing atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

“Ini merupakan solusi permanen yang tersedia sesuai aturan. Setelah tiga bulan, kontrak kerja akan dilanjutkan melalui pola outsourcing atau PJLP,” ujarnya.

Mahadar menambahkan, seluruh proses tersebut akan diawasi ketat sesuai arahan BPK dan BPKP. Bahkan, Bupati Siak akan meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri Siak guna menghindari potensi persoalan hukum di kemudian hari.

Sebagai langkah konkret, Bupati Siak membentuk delapan tim khusus yang diketuai langsung oleh Sekda untuk melakukan verifikasi dan validasi data honorer non ASN di seluruh OPD. Tim tersebut bekerja selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Januari 2026.

“Ibu Bupati mengerahkan seluruh pejabat tinggi pratama, staf ahli, asisten, serta melibatkan Inspektorat untuk turun langsung. Ini bentuk keseriusan agar seluruh honorer benar-benar terdata dengan baik,” kata Mahadar.

Ia mengimbau seluruh honorer non ASN mengikuti proses verifikasi dan validasi data secara tertib dan lengkap. Jika dalam proses tersebut ditemukan data yang tidak memenuhi syarat, Pemkab Siak terpaksa melakukan pemutusan kontrak sesuai ketentuan pemerintah pusat.

“Prinsipnya, Ibu Bupati sudah berjuang dan memperjuangkan nasib honorer. Anggaran sudah tersedia di APBD, tinggal mekanisme penyalurannya yang harus sesuai aturan. Kuncinya ada pada verifikasi dan validasi data,” ujarnya.(MCR)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Musda Golkar Kampar di Tengah Sorotan, Niko: Harus Jadi Ajang Konsolidasi

20 September 2026 - 23:08 WIB

Jelang Musda Golkar Kampar, Akmal: Kalau Tak Ada Dinamika, Bukan Golkar Namanya

20 September 2026 - 15:52 WIB

Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota, Digelar 21-22 September

20 September 2026 - 11:52 WIB

Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul?

19 September 2026 - 22:40 WIB

Mengetahui Sebelum Kehilangan

19 September 2026 - 13:35 WIB

Trending di Daerah
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam