Bangkinang – Harapan masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Kampar untuk menikmati akses transportasi yang lebih mudah segera menjadi kenyataan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar mengusulkan penambahan tiga trayek bus perintis baru guna membuka keterhubungan daerah terpencil dengan pusat kota sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat.
Usulan tersebut telah diajukan kepada Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah menghadirkan layanan transportasi publik yang merata hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dishub Kampar, Yurisdian, Senin (9/2/2026), mengatakan tiga trayek yang diusulkan mencakup rute Bangkinang Kota–Suram, Sungai Pagar–Danau Bingkuang, serta menghidupkan kembali trayek Bangkinang Kota–Tanjung Koto Kampar Hulu.
“Penambahan trayek bus perintis ini kita usulkan untuk melayani masyarakat di daerah yang jauh dari pusat kota. Kami berharap ke depan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Yurisdian.
Ia menjelaskan, kehadiran bus perintis bukan sekadar menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga menjadi jembatan penghubung harapan masyarakat desa dengan pusat pertumbuhan ekonomi.
Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.
Dengan adanya layanan bus perintis, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Selain itu, distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta aktivitas ekonomi lainnya juga diyakini akan semakin lancar.
“Transportasi yang baik akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Kita ingin daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau bisa terhubung dengan pusat kota,” jelasnya.
Tak hanya itu, Dishub Kampar juga memiliki tekad untuk menghidupkan kembali angkutan pedesaan yang dahulu menjadi andalan masyarakat.
Revitalisasi angkutan pedesaan diharapkan dapat memperkuat jaringan transportasi lokal sekaligus memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat desa.
“Kita ingin angkutan pedesaan kembali berjalan seperti dulu. Jika angkutan pedesaan sudah aktif, bus perintis bisa dialihkan untuk membuka trayek baru di wilayah lain,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan transportasi publik, Pemerintah Provinsi Riau juga akan membangun tujuh halte baru di wilayah Kampar melalui anggaran daerah.
Halte-halte tersebut akan menjadi titik penting bagi masyarakat dalam mengakses layanan transportasi umum.
Kabar baik lainnya, Kampar juga akan terhubung langsung dengan layanan transportasi massal Trans Pekanbaru yang beroperasi di Kota Pekanbaru.
Jalur ini direncanakan melintasi kawasan Panam hingga Danau Bingkuang, sehingga membuka akses baru bagi masyarakat untuk menuju ibu kota provinsi.
Konektivitas tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan besar dalam sistem transportasi di Kampar.
Akses yang semakin terbuka diyakini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membawa harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap transportasi publik kembali menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, menghubungkan desa dan kota, serta membuka jalan menuju masa depan yang lebih sejahtera.(Advertorial)







