Bangkinang Kota – Suasana khidmat dan penuh nuansa adat menyambut kedatangan Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti di Balai Adat Kampar, Jumat (6/2/2026).
Usai mengikuti rapat paripurna DPRD dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kampar, keduanya langsung menghadiri prosesi makan bajambau, tradisi turun-temurun yang sarat makna kebersamaan.
Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati bersama rombongan disambut para ninik mamak melalui tradisi basiacuong. Prosesi adat tersebut ditandai dengan penyampaian petatah-petitih yang mengandung pesan penghormatan, doa, serta harapan bagi pemimpin daerah dalam menjalankan amanah.
Suasana semakin terasa hangat saat para tamu undangan dipersilakan memasuki balai adat untuk mengikuti prosesi makan bajambau. Mereka duduk bersila bersama, menikmati hidangan tradisional yang disajikan secara adat dalam satu wadah, tanpa sekat maupun perbedaan jabatan.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kampar, serta sejumlah kepala daerah dari provinsi tetangga. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat menunjukkan kuatnya peran adat dalam kehidupan pemerintahan dan sosial masyarakat Kampar.
Makan bajambau bukan sekadar tradisi makan bersama. Prosesi ini mencerminkan nilai persatuan, kebersamaan, serta musyawarah yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kampar sejak lama. Tradisi ini juga menjadi simbol kesetaraan, di mana seluruh peserta duduk sejajar tanpa membedakan status sosial maupun kedudukan.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa tradisi makan bajambau merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, momentum HUT ke-76 Kabupaten Kampar menjadi pengingat pentingnya menjaga adat dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.
Ia berharap tradisi seperti ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian peringatan HUT ke-76 Kabupaten Kampar sendiri diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari rapat paripurna DPRD, prosesi adat dan budaya, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat persatuan serta semangat membangun daerah secara berkelanjutan.(Advertorial)







