Tambang – Suara doa dan semangat gotong royong menyelimuti Lapangan Masjid Zulkifli, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Minggu (19/4/2026), saat Wakil Bupati Kampar Misharti meresmikan Yayasan Pendidikan Setia Nusa (YPSN) sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).
Momentum tersebut tidak hanya menjadi penanda dimulainya pembangunan sarana pendidikan keagamaan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi masyarakat dalam memperkuat pendidikan Islam di lingkungan Perum Griya Setia Nusa, khususnya bagi warga RT 10 dan RT 12.
Kegiatan yang dirangkai dengan acara Halal bi Halal itu turut dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Tambang, Kepala Desa Kualu, tokoh masyarakat, alim ulama, serta cerdik pandai setempat.
Dalam sambutannya, Misharti menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang dinilai telah menunjukkan kepedulian besar terhadap pendidikan agama generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman.
Menurut dia, keberadaan MDTA memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak sejak dini agar tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan akhlak.
“Pembangunan MDTA ini adalah investasi dunia dan akhirat. Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mendukung langkah masyarakat Desa Kualu dalam membangun fasilitas pendidikan yang mandiri dan terorganisir melalui yayasan,” ujar Misharti.
Ia mengatakan, pembangunan gedung MDTA sejalan dengan visi Kabupaten Kampar sebagai Negeri Serambi Mekkah di Provinsi Riau yang menempatkan nilai-nilai religius sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Selain itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Kampar juga terus menjalankan berbagai program pendidikan melalui program Kampar Cerdas, termasuk bantuan seragam gratis bagi siswa kurang mampu untuk meringankan beban ekonomi keluarga.
Misharti menegaskan, di bawah kepemimpinan Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama dirinya sebagai wakil bupati, pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sektor pendidikan dan keagamaan.
“Apa yang dimulai oleh warga Perum Setia Nusa hari ini adalah bukti nyata sinergi masyarakat dan pemerintah dalam memajukan sektor keagamaan,” katanya.
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan fisik gedung MDTA yang nantinya diharapkan menjadi pusat pendidikan agama dan literasi Al-Qur’an bagi anak-anak di kawasan tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan tradisi bersalam-salaman dalam suasana Halal bi Halal sebagai bentuk rasa syukur atas berdirinya yayasan yang diharapkan menjadi tonggak baru bagi penguatan pendidikan Islam di Desa Kualu.(Adv)







