KAMPAR – Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan desa, kehadiran dana aspirasi kerap menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik.
Di Desa Pongkai, Kecamatan Koto Kampar Hulu, perhatian itu datang dari anggota DPRD Kabupaten Kampar Fraksi PDI Perjuangan, Ropii Siregar, yang kembali menyalurkan pokok-pokok pikirannya untuk pembangunan sarana ibadah.
Kali ini, bantuan diwujudkan melalui pembangunan pagar sepanjang 150 meter di Masjid Al-Huda Desa Pongkai. Bagi masyarakat setempat, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk kesinambungan perhatian terhadap kebutuhan desa yang dirasakan langsung manfaatnya.
Sebagai legislator yang berasal dari daerah pemilihan setempat, Ropii dinilai konsisten mengarahkan dana aspirasi untuk pembangunan fasilitas masyarakat, khususnya rumah ibadah. Kepeduliannya terhadap sarana keagamaan disebut telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan terus berlanjut hingga kini.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kampar itu menilai rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat desa. Karena itu, keberadaan fasilitas yang memadai dinilai penting untuk menunjang kenyamanan jamaah dan memperkuat kebersamaan warga.

Pembangunan pagar Masjid Al-Huda sendiri disambut antusias masyarakat Desa Pongkai. Selain memperindah lingkungan masjid, keberadaan pagar juga dinilai memberi rasa aman serta mempertegas kawasan rumah ibadah di tengah pemukiman warga.
Kepala Desa Pongkai, Supratman, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang terus diberikan Ropii kepada desanya.
“Alhamdulillah semenjak Pak Ropii masuk ke Desa Pongkai, pembangunan tidak ada putusnya. Setiap tahun selalu ada pembangunan dari pokir-pokir Pak Ropii. Saya Kepala Desa Pongkai sekaligus mewakili masyarakat sangat berterima kasih sekali dengan Pak Ropii yang selalu memberi pembangunan di Desa Pongkai. Tahun ini Pak Ropii juga menurunkan pokirnya dengan membangun pagar masjid,” ujar Supratman, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, keberlanjutan pembangunan yang masuk melalui dana aspirasi DPRD memberi dampak nyata terhadap percepatan pembangunan desa. Tidak hanya infrastruktur umum, bantuan yang menyentuh fasilitas ibadah juga dianggap memiliki nilai sosial yang besar karena langsung dirasakan masyarakat luas.
Warga berharap perhatian terhadap pembangunan desa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Di tengah kebutuhan infrastruktur yang masih cukup banyak, kolaborasi antara pemerintah desa dan wakil rakyat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Kampar.(Adv)







