KAMPAR – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Kampar mulai mendapat sorotan dari internal partai. Wakil Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPD Golkar Kabupaten Kampar, Niko Ardian, menilai pelaksanaan musda semestinya menjadi momentum konsolidasi, bukan justru menambah persoalan di internal partai.
Niko menyampaikan pandangan tersebut pada Ahad (20/9/2026), menjelang pelaksanaan Musda XI Golkar Kabupaten Kampar.
Menurut Niko, Musda merupakan forum tertinggi partai di tingkat daerah yang seharusnya menjadi ruang untuk bermusyawarah, menyatukan pandangan, sekaligus memperkuat soliditas seluruh kader.
“Musda ini harusnya menjadi momen konsolidasi. Memperkuat kepartaian dibutuhkan kekompakan untuk merebut kemenangan Pileg dan Pilkada mendatang,” ujar Niko.
Ia mengatakan, agenda Musda tidak semestinya hanya berorientasi pada proses pergantian atau penetapan kepemimpinan partai. Lebih dari itu, forum tersebut harus mampu menjadi titik temu bagi seluruh elemen Golkar di Kabupaten Kampar.
“Namanya saja musda, ajang musyawarah,” katanya.
Namun, Niko menyoroti proses pelaksanaan Musda XI Golkar Kabupaten Kampar yang menurutnya terkesan berlangsung tergesa-gesa.
Ia menilai, proses menuju musda seharusnya memberikan ruang yang cukup bagi kader dan seluruh unsur partai untuk membangun komunikasi serta mencari titik temu.
“Pelaksanaan musda terkesan tergesa-gesa, seakan dipaksakan,” ujar Niko.
Menurut dia, dinamika yang muncul menjelang musda harus disikapi dengan kepala dingin. Jangan sampai perbedaan pandangan mengenai proses maupun kepemimpinan justru membuat hubungan antarkader semakin renggang.
Niko menegaskan bahwa soliditas internal menjadi kebutuhan penting bagi Golkar Kampar jika ingin menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
Terlebih, kata dia, partai membutuhkan kekompakan untuk menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah berikutnya.
Karena itu, Niko berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin DPD Golkar Kabupaten Kampar mampu menjadi figur yang dapat menyatukan kembali seluruh kekuatan partai.
Ia meminta ketua DPD Golkar Kampar nantinya tidak hanya fokus pada struktur organisasi, tetapi juga membangun kembali komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh kader.
“Ketua DPD Golkar nantinya harus dapat merajut kembali silaturahmi untuk merebut kembali kejayaan Partai Golkar Kabupaten Kampar,” tegasnya.
Niko berharap Musda XI Golkar Kampar tidak meninggalkan persoalan baru setelah seluruh rangkaian musyawarah selesai. Sebaliknya, forum tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat barisan partai.
“Yang kita butuhkan sekarang adalah kekompakan. Setelah musda, seluruh kader harus kembali bersama-sama membesarkan Partai Golkar,” ujarnya.
Musda XI Golkar Kabupaten Kampar dijadwalkan menjadi forum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi partai di tingkat kabupaten. Dinamika yang berkembang menjelang pelaksanaan musda pun menjadi perhatian sejumlah kader internal.(***)







