KAMPAR – Jelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Kampar, dinamika internal mulai mengemuka. Namun, Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Tapung Hulu, Akmal S.AB, menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah dalam proses organisasi.
Akmal meminta seluruh kader tetap menjaga proses Musda agar berjalan sesuai arahan dan petunjuk DPD I Partai Golkar Provinsi Riau.
Pernyataan itu disampaikan Akmal menyikapi rencana pelaksanaan Musda XI Golkar Kampar yang dijadwalkan berlangsung di Stanum, Bangkinang Kota, pada 21-22 September 2026.
“Musda tentunya menunggu arahan dari DPD I. Kalau memang siap dilaksanakan, mari kita laksanakan dan sukseskan bersama,” kata Akmal.
Menurut dia, dinamika politik menjelang pelaksanaan Musda merupakan hal yang biasa terjadi dalam tubuh partai politik, termasuk Golkar.
“Dinamika politik menjelang hari H pelaksanaan Musda itu biasa saja. Kalau tidak ada drama dan dinamika, bukan Golkar namanya,” ujarnya.
Meski demikian, Akmal menegaskan dinamika tersebut tetap harus berada dalam koridor organisasi. Ia meminta seluruh pihak tetap mengacu pada arahan DPD I serta aturan yang berlaku di Partai Golkar.
“Yang penting sesuai arahan dan petunjuk dari DPD I. Dinamika itu biasa saja,” katanya.
Ketua Terpilih Harus Utamakan Partai
Tak hanya soal dinamika menjelang Musda, Akmal juga menyampaikan pesan khusus kepada calon ketua yang nantinya dipercaya memimpin Golkar Kampar.
Ia berharap ketua terpilih benar-benar menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi.
“Harapan kepada ketua terpilih nanti agar bisa berkomitmen terhadap partai, utamanya segala kepentingan partai daripada kepentingan pribadi,” tegas Akmal.
Menurutnya, kepemimpinan di tubuh partai bukan sekadar persoalan jabatan. Ketua terpilih nantinya memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan partai sesuai aturan yang berlaku.
Karena itu, Akmal meminta kader yang maju dalam kontestasi kepemimpinan Golkar Kampar memahami konsekuensi dan tanggung jawab tersebut.
“Kalau tidak mementingkan partai, tidak tegak lurus dengan AD/ART dan keinginan masyarakat, tidak usah maju jadi ketua,” katanya.
Ia menegaskan komitmen terhadap AD/ART dan kepentingan organisasi menjadi hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kepemimpinan Golkar Kampar ke depan.
“Perlu kita pertanyakan,” tegas Akmal.
Musda XI Golkar Kampar dijadwalkan menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan Golkar Kabupaten Kampar periode berikutnya. Pelaksanaan Musda sebelumnya direncanakan berlangsung di Hotel Labersa, namun lokasi kemudian dipindahkan ke Stanum, Bangkinang Kota. (***)







