BANGKINANG KOTA – Satu per satu atlet menuntaskan penampilannya di dinding panjat tebing Wall Panjat Tebing Bangkinang Kota. Persaingan berakhir, namun bagi atlet-atlet FPTI Kampar, perjuangan belum selesai.
Kejurda Open Climbing Riau 2026 justru menjadi pijakan baru untuk menatap panggung yang lebih besar. Sebanyak 18 medali berhasil dibawa pulang atlet FPTI Kampar, terdiri dari enam emas, enam perak, dan enam perunggu.
Capaian itu menjadi salah satu gambaran hasil pembinaan panjat tebing di Kabupaten Kampar sekaligus modal untuk mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau 2027.
Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Climbing Riau memperebutkan Piala Bupati Kampar Tahun 2026 tersebut resmi berakhir setelah ditutup Bupati Kampar yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Al Kautsar, bersama Ketua Umum KONI Kampar M Yasir di Wall Panjat Tebing Bangkinang Kota, Ahad (30/8/2026).
Bagi Ketua Umum KONI Kampar M Yasir, capaian tersebut bukan sekadar angka dalam daftar perolehan medali.
Menurut dia, Kejurkab menjadi bagian penting dari proses menemukan dan mematangkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Kampar pada kompetisi yang lebih tinggi.
“Pada ajang Kejurkab ini lahir atlet-atlet yang berprestasi dan siap mewakili Kabupaten Kampar dalam ajang yang lebih tinggi,” ujar M Yasir.
Ia mengatakan, proses tersebut sejalan dengan program Kampar Emas yang dicanangkan KONI Kampar di bawah kepemimpinannya. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan dan mempersiapkan atlet Kampar menghadapi Porprov Riau 2027.
M Yasir menilai, hasil FPTI Kampar pada Kejurda Open Climbing Riau menjadi sinyal positif dari proses pembinaan yang telah berjalan.
FPTI Kampar meraih medali di seluruh nomor yang diikuti dengan rincian enam medali emas, enam perak, dan enam perunggu atau total 18 medali.
“Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan pembinaan. Atlet-atlet yang ada sekarang harus dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi, termasuk Porprov Riau 2027,” katanya.
Menurut M Yasir, pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan. Setiap kejuaraan harus dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet sekaligus mengukur sejauh mana perkembangan mereka.
Karena itu, KONI Kampar akan terus mendorong cabang olahraga untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan, sehingga atlet yang muncul dari kompetisi tingkat kabupaten memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi atlet andalan daerah.
Ditempat yang sama, Ketua Umum FPTI Kampar Khairul Azmi mengatakan, 18 medali yang diraih atlet Kampar merupakan hasil kerja bersama antara atlet, pelatih, pengurus dan seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pembinaan panjat tebing.
“Alhamdulillah, hasil yang diraih atlet kita sangat membanggakan. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan,” kata Migos kerap ia disapa.
Menurut dia, hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa atlet panjat tebing Kampar memiliki potensi untuk bersaing pada level yang lebih tinggi.
Meski demikian, Migos mengingatkan bahwa perolehan medali bukan menjadi akhir dari proses pembinaan. Sebaliknya, hasil Kejurda akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat kekuatan dan kekurangan atlet.
“Kami akan terus melakukan evaluasi. Prestasi ini jangan membuat kita cepat puas, tetapi menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan atlet,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Kampar dan Pemerintah Kabupaten Kampar yang terus memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga panjat tebing.
Dukungan tersebut, kata Khairul, menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan sehingga atlet memiliki ruang untuk berlatih, bertanding dan mengembangkan kemampuan.
Kini, setelah persaingan di Kejurda berakhir, para atlet FPTI Kampar kembali membawa pulang pengalaman sekaligus target baru.
Enam emas, enam perak dan enam perunggu menjadi catatan prestasi hari ini. Namun, bagi KONI Kampar dan FPTI Kampar, catatan itu diharapkan menjadi awal dari capaian yang lebih besar.
Sebab, di balik 18 medali tersebut terdapat atlet-atlet yang sedang dipersiapkan untuk satu target tampil lebih kuat dan membawa prestasi bagi Kabupaten Kampar pada Porprov Riau 2027.(***)







