Menu

Mode Gelap
Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas

Advertorial

Andi Sukma Sebut Festival Kreatif Lipat Kain Implementasi Semangat Kampar Dihati

badge-check


					Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kampar Eko Sutrisno serta Lurah Lipat Kain Andi Sukma pada acara Festival Lipat Kain 2026 Perbesar

Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kampar Eko Sutrisno serta Lurah Lipat Kain Andi Sukma pada acara Festival Lipat Kain 2026

KAMPAR KIRI- Di tengah derasnya arus globalisasi yang kian memengaruhi gaya hidup generasi muda, upaya menjaga akar budaya lokal menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di Kelurahan Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri.

Upaya itu kembali ditegaskan melalui Festival Kreatif Lipat Kain yang resmi digelar Rabu (08/04/2026), sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Lurah Lipat Kain, Andi Sukma, menegaskan bahwa festival tahun ini mengusung semangat kebersamaan dalam menjaga budaya dan membangun ekonomi kreatif dengan hati. Ia menilai kedua hal tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat jati diri masyarakat di tengah perubahan zaman.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah bagaimana kita bersama menjaga budaya sekaligus membangun ekonomi kreatif dengan hati,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.

Menurut Andi, perubahan perilaku generasi muda akibat pengaruh media sosial dan teknologi digital menjadi tantangan nyata. Ia menyoroti kecenderungan anak muda yang kini lebih mengenal budaya luar, termasuk melalui permainan daring, dibandingkan tradisi lokal yang menjadi identitas daerah.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah kelurahan bersama masyarakat untuk menghadirkan ruang alternatif yang mampu menarik minat generasi muda kembali kepada budaya sendiri. Festival ini pun dirancang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga pengalaman langsung yang melibatkan masyarakat lintas usia.

Beragam tradisi khas Kampar Kiri ditampilkan dalam festival ini, mulai dari Batimang, sajian masakan tradisional, hingga permainan rakyat seperti Gala Panjang. Selain itu, kegiatan gotong royong dan pawai bertema budaya turut memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.

Tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, festival ini juga memberi dampak signifikan terhadap sektor ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah mendapat ruang untuk mempromosikan produk mereka, baik berupa jajanan kering maupun jajanan basah khas daerah.

Andi menyebut, interaksi langsung antara pelaku UMKM dan pengunjung membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Dampaknya sangat besar bagi UMKM karena mereka bisa langsung mempromosikan produk mereka kepada masyarakat,” katanya.

Festival Kreatif Lipat Kain berlangsung selama empat hari dan telah menjadi agenda rutin tahunan. Konsistensi pelaksanaan ini, menurut Andi, menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Dukungan dari pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan festival. Kehadiran Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Wakil Bupati Kampar Misharti menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif sejalan dengan visi pembangunan daerah yang dirangkum dalam semangat Kampar di hati.

Kebijakan tersebut, menurut Andi, memberikan ruang dan dorongan bagi masyarakat untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Ia menilai festival ini menjadi salah satu implementasi nyata dari visi misi kepala daerah dalam membangun Kampar berbasis budaya dan ekonomi kerakyatan.

Selain itu, keterlibatan pihak swasta di lingkungan Lipat Kain turut memperkuat pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi berbagai pihak ini dinilai menjadi kunci agar festival dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menyoroti peran Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menyukseskan festival. Ia menyebut, Eko yang juga merupakan putra daerah Rantau Kampar Kiri, menjadi salah satu figur penting dalam mendorong dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ini.

“Beliau sangat berperan dalam mensukseskan dan mensupport Festival Lipat Kain. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kampar tidak terlepas dari perjuangan Pak Eko Sutrisno,” ujar Andi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan kegiatan berbasis budaya seperti ini.

Andi pun berharap ke depan Festival Kreatif Lipat Kain terus mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kampar agar dapat berkembang lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapan kami ke depan festival ini terus disupport oleh Pemerintah Kabupaten Kampar agar bisa terus berkembang,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga dan mewariskan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

“Bagi kami, menjaga budaya lokal sangat penting karena kitalah yang menjadi kunci untuk melestarikan dan mewariskannya kepada anak cucu kita,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap festival ini mampu menjadi magnet bagi masyarakat luar untuk mengenal Lipat Kain lebih dekat melalui budaya, seni, dan ekonomi kreatif. Salah satu potensi yang tengah dikembangkan adalah batik tulis khas daerah yang diharapkan dapat menjadi identitas baru sekaligus sumber ekonomi masyarakat.

Melalui festival ini, Lipat Kain tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga menegaskan arah masa depan bahwa budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan sebagai kekuatan pembangunan berbasis kearifan lokal yang sejalan dengan visi Kabupaten Kampar.(ADV)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati

17 April 2026 - 10:30 WIB

Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan

17 April 2026 - 09:45 WIB

Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga

16 April 2026 - 14:51 WIB

Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit

15 April 2026 - 20:14 WIB

Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

14 April 2026 - 11:56 WIB

Trending di Advertorial