Menu

Mode Gelap
Jelang Musda Golkar Kampar, Akmal: Kalau Tak Ada Dinamika, Bukan Golkar Namanya Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota, Digelar 21-22 September Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul? Mengetahui Sebelum Kehilangan AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok

Daerah

Dua Tahun Tidur di Pendopo RS, Warga Kampar Desak Rumah Singgah untuk Pasien Miskin di Pekanbaru

badge-check


					Demi alasan etika jurnalistik, wajah dalam foto ini sengaja ditutupi untuk melindungi privasi pasien dan keluarga. Perbesar

Demi alasan etika jurnalistik, wajah dalam foto ini sengaja ditutupi untuk melindungi privasi pasien dan keluarga.

Pekanbaru – Setiap pekan, NH (inisial) dan suaminya, SY, harus menempuh perjalanan pulang-pergi Bangkinang–Pekanbaru. Bukan untuk bekerja atau berdagang, melainkan untuk bertahan hidup.

NH adalah pasien kanker payudara stadium lanjut yang menjalani perawatan jalan di RSUD Arifin Achmad, rumah sakit rujukan utama di Provinsi Riau.

Sudah lebih dari dua tahun, pasangan ini menjalani rutinitas melelahkan tersebut. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tidak menyewa homestay atau kos. Pendopo rumah sakit menjadi satu-satunya tempat bermalam.

“Kami tidur di pendopo ini karena tidak sanggup menyewa tempat menginap. Kalau harus bolak-balik setiap hari, kondisi tubuh saya tidak kuat,” cerita NH lirih kepada voiceriau.com, Rabu (14/01/2026).

NH dan SY bukan satu-satunya. Di pendopo rumah sakit itu, banyak warga Kampar lainnya dengan kondisi serupa, pasien atau keluarga pasien yang harus menjalani perawatan lanjutan selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.

Pendopo sejatinya bukan tempat menginap. Namun pihak rumah sakit memberikan toleransi atas dasar kemanusiaan.

“Untung pihak rumah sakit mengizinkan kami tidur di sini. Padahal sebenarnya pendopo ini bukan untuk menginap,” kata SY.

Sebagian besar pasien harus menjalani rangkaian pemeriksaan yang tidak bisa diselesaikan dalam sehari.

Pemeriksaan laboratorium, rontgen, hingga CT scan kerap membuat mereka harus tinggal di Pekanbaru selama dua hingga tiga hari setiap pekan.

Kondisi menjadi lebih berat ketika pasien menjalani terapi khusus seperti radioterapi.

“Kalau pengobatan sinar radioterapi, kami bisa sampai satu bulan penuh di Pekanbaru. Selama itu pula kami tidur di pendopo,” ujar SY.

NH mengakui, pelayanan medis di RSUD Arifin Achmad sangat baik. Dengan BPJS Kesehatan, seluruh biaya pengobatan ditanggung negara.

“Kami tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk berobat. Pelayanannya sangat baik,” kata NH.

Namun persoalan muncul di luar aspek medis. Kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sementara dan makanan tambahan belum tersentuh.

Pasien kanker, menurut NH, membutuhkan asupan energi dan protein yang cukup untuk melawan efek samping pengobatan. Namun makanan rumah sakit sering kali tidak mencukupi kebutuhan tersebut.

“Kadang kami harus cari makanan tambahan di luar. Itu pun kalau ada uang,” ujarnya.

Pengalaman panjang ini mendorong NH dan warga Kampar lainnya menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kampar menyediakan rumah singgah bagi masyarakat miskin yang berobat di Pekanbaru.

Rumah singgah dinilai menjadi solusi realistis, terutama bagi pasien rujukan yang harus tinggal lama di ibu kota provinsi.

“Kalau ada rumah singgah, kami bisa istirahat dengan layak. Tidak perlu tidur di pendopo rumah sakit,” ujar NH.

Menurut mereka, jumlah warga Kampar yang berobat di RSUD Arifin Achmad tidak sedikit. Sebagai rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Arifin Achmad menampung pasien dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Kampar.

Tanpa rumah singgah, pasien miskin berada pada posisi rentan, kelelahan fisik, tekanan psikologis, dan risiko kesehatan akibat tempat istirahat yang tidak memadai.

Kisah NH menyingkap satu celah penting dalam sistem perlindungan kesehatan, jaminan medis sudah tersedia, tetapi jaminan sosial penunjang belum sepenuhnya hadir.

BPJS Kesehatan memastikan akses pengobatan, namun biaya hidup selama pengobatan, tempat tinggal sementara, konsumsi tambahan, dan kebutuhan harian, masih menjadi beban pasien miskin.

Rumah singgah bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bentuk kehadiran negara di titik paling rapuh kehidupan warganya.

“Yang kami minta bukan mewah. Cukup tempat untuk beristirahat dengan layak saat berjuang melawan penyakit,” kata NH.

Di pendopo rumah sakit itu, harapan sederhana itu terus menggantung, menunggu untuk benar-benar didengar.(FLS)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jelang Musda Golkar Kampar, Akmal: Kalau Tak Ada Dinamika, Bukan Golkar Namanya

20 September 2026 - 15:52 WIB

Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota, Digelar 21-22 September

20 September 2026 - 11:52 WIB

Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul?

19 September 2026 - 22:40 WIB

Mengetahui Sebelum Kehilangan

19 September 2026 - 13:35 WIB

AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital

18 September 2026 - 20:05 WIB

Trending di Daerah
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam