Menu

Mode Gelap
Jelang Musda Golkar Kampar, Akmal: Kalau Tak Ada Dinamika, Bukan Golkar Namanya Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota, Digelar 21-22 September Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul? Mengetahui Sebelum Kehilangan AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok

Daerah

Eko Sutrisno Serukan Revolusi Digital Desa, Pemuda Diminta Ambil Peran

badge-check


					Eko Sutrisno Serukan Revolusi Digital Desa, Pemuda Diminta Ambil Peran Perbesar

PEKANBARU – Di tengah derasnya arus transformasi digital yang kini merambah hingga ke pelosok desa, peran generasi muda dinilai menjadi faktor penentu apakah desa akan tertinggal atau justru melompat menjadi pusat pertumbuhan baru. Dalam konteks itulah, kehadiran Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, dalam forum diskusi publik bertajuk Inovasi Lokal, Dampak Global Peran Pemuda dalam Digitalisasi Desa menjadi sorotan utama.

Dari total 45 anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno menjadi satu satunya legislator yang hadir sekaligus dipercaya sebagai narasumber dalam kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, Selasa (30/6/2026). Kehadiran Eko tidak sekadar merepresentasikan lembaga legislatif, tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap isu pemberdayaan pemuda dan pembangunan desa berbasis teknologi.

Forum yang dimoderatori Chandra Alfindodes itu turut menghadirkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Yurnalis Basri, Presiden BEM Universitas Riau, Muhammad Azhari, serta Direktur Utama PT Insta Pro Solution, Setyo Irawan sebagai pihak pelaksana kegiatan.

Menariknya, tiga narasumber utama merupakan putra daerah Kabupaten Kampar yaitu Eko Sutrisno, Yurnalis Basri dan Muhammad Azhari, sebuah simbol bahwa Bumi Sarimadu terus melahirkan figur figur yang berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.

Diskusi publik ini sendiri lahir dari keresahan atas kesenjangan digital yang hingga kini masih terasa nyata antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Di satu sisi, kota kota besar terus bergerak cepat mengadopsi teknologi digital.

Namun di sisi lain, banyak desa yang masih menghadapi keterbatasan akses, infrastruktur, hingga kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.

Kondisi tersebut diperparah dengan belum maksimalnya potensi pemuda lokal yang sejatinya dapat menjadi motor penggerak perubahan. Karena itu, forum ini dihadirkan sebagai ruang strategis untuk menegaskan bahwa desa tidak boleh sekadar menjadi konsumen atau penonton perkembangan teknologi.

Sebaliknya, transformasi digital di desa harus dipimpin oleh putra putri daerah sendiri, terutama generasi muda, agar inovasi yang lahir benar benar menjawab kebutuhan lokal sekaligus memiliki daya saing hingga level nasional maupun global.

Dalam paparannya, Eko Sutrisno menegaskan bahwa digitalisasi desa bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan.

Menurutnya, desa saat ini tidak bisa hanya mengandalkan pola pembangunan konvensional. Keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi menuntut adanya perubahan cara berpikir, termasuk dalam pengelolaan potensi desa.

“Desa memiliki sumber daya yang luar biasa. Persoalannya sering kali bukan pada potensi, melainkan bagaimana potensi itu dikenali, dikelola, dan dipasarkan. Di sinilah digitalisasi mengambil peran penting,” ujar Eko.

Ia menilai anak muda memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kemajuan teknologi dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Generasi muda, kata Eko, merupakan kelompok yang paling adaptif terhadap perubahan digital, sehingga memiliki peluang besar untuk menjadi motor transformasi desa.

Menurut Eko, tantangan terbesar saat ini bukan minimnya teknologi, melainkan rendahnya keberanian sebagian anak muda untuk kembali dan membangun kampung halaman. Banyak pemuda memilih menetap di kota besar karena menganggap desa tidak menawarkan masa depan yang menjanjikan.

Padahal, dalam pandangan Eko, paradigma tersebut harus diubah. Desa modern, katanya, bukan desa yang meninggalkan identitas lokalnya, melainkan desa yang mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui inovasi digital.

Ia mencontohkan bagaimana digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemasaran produk UMKM secara daring, promosi wisata berbasis media sosial, hingga pelayanan administrasi pemerintahan yang lebih cepat dan efisien.

“Ketika anak muda mampu menghubungkan potensi desa dengan ekosistem digital, dampaknya bisa sangat besar. Produk lokal bisa dikenal secara nasional bahkan global. Inovasi lokal bisa memberi dampak global,” kata Eko, selaras dengan tema diskusi.

Lebih jauh, Eko juga menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem digital desa. Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas pemuda, menurutnya, harus bergerak dalam satu visi yang sama.

Ia menegaskan, DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki tanggung jawab untuk mendorong kebijakan yang mendukung penguatan kapasitas pemuda, termasuk melalui program pelatihan digital, peningkatan infrastruktur internet, serta pengembangan ekonomi kreatif di pedesaan.

Kehadiran Eko sebagai satu satunya anggota DPRD Kampar dalam forum tersebut juga dibaca sebagai bentuk konsistensi personalnya dalam mendukung agenda agenda kepemudaan. Selama ini, ia dikenal aktif mendorong berbagai inisiatif yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kampar.

Sementara itu, Kadispora Riau Yurnalis Basri menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai forum seperti ini sangat relevan untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Yurnalis, kondisi fiskal pemerintah saat ini memang belum sepenuhnya memungkinkan untuk menghadirkan kegiatan edukatif serupa secara masif. Karena itu, keterlibatan pihak swasta menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan kapasitas pemuda.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Dalam kondisi keuangan saat ini, pemerintah provinsi belum tentu mampu menyelenggarakan forum seperti ini secara rutin. Karena itu, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi penting untuk mengedukasi anak muda, terutama dalam penguasaan teknologi digital,” ujarnya.

Direktur Utama PT Insta Pro Solution, Setyo Irawan, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan diskusi, melainkan menciptakan wadah kolaborasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi mengenai urgensi digitalisasi pedesaan sekaligus meluncurkan ekosistem produk dan layanan teknologi terintegrasi yang siap diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Menurut Setyo, alasan utama fokus pada digitalisasi desa sangat jelas, desa merupakan fondasi ekonomi dan sosial Indonesia. Ketika desa berhasil bertransformasi secara digital, baik dari aspek administrasi, layanan publik, maupun tata kelola ekonomi, maka percepatan pembangunan nasional akan berlangsung lebih merata.

Pada momentum tersebut, PT Insta Pro Solution secara resmi meluncurkan ekosistem digital terintegrasi yang mencakup dua produk utama.

Pertama, aplikasi SIM TKD atau Sistem Informasi Management Tanah Kas Desa, yakni platform digital yang dirancang untuk membantu pemerintah desa dalam mengelola aset tanah kas desa secara lebih tertib, transparan, dan efisien. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan aset desa menjadi lebih terstruktur serta meminimalkan potensi konflik maupun kesalahan administrasi.

Kedua, program Kelas Hypnospeak Fundamental, sebuah pelatihan peningkatan kapasitas diri yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan public speaking, komunikasi persuasif, dan kepercayaan diri generasi muda agar lebih siap menjadi pemimpin maupun fasilitator perubahan di tengah masyarakat.

Setyo menjelaskan, seluruh produk dan layanan yang dikembangkan mengusung pendekatan user friendly dan community led. Artinya, teknologi dirancang sesederhana mungkin agar mudah dioperasikan oleh aparatur desa, tanpa menciptakan kesenjangan baru akibat kompleksitas sistem.

Sementara untuk pengembangan sumber daya manusia, mereka menerapkan metode train the trainers, yakni melatih para pemuda lokal agar nantinya mampu menjadi mentor mandiri yang mendampingi masyarakat di desa masing masing secara berkelanjutan.

“Anak anak muda harus melek teknologi dan mampu membawa teknologi ke desa masing masing. Saat ini tren yang kita lihat, banyak anak muda enggan kembali ke desa. Padahal desa membutuhkan energi dan kreativitas mereka,” kata Setyo.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda bukan sekadar elemen pendukung, melainkan menjadi inti dari ekosistem bisnis PT Insta Pro Solution. Mulai dari tim pengembang teknologi, perancang program pelatihan, hingga fasilitator lapangan, seluruhnya didominasi talenta muda yang memiliki visi besar terhadap kemajuan bangsa.

Respons terhadap program ini, kata Setyo, sangat positif. Pemerintah daerah maupun masyarakat menyambut baik inisiatif tersebut karena sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan transformasi digital nasional.

Sebagai langkah konkret, pada kegiatan ini PT Insta Pro Solution juga menjalin kerja sama dengan Desa Tambusai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar dalam pemanfaatan aplikasi SIM TKD.

Namun demikian, Setyo mengakui tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan semata aspek teknis, melainkan efisiensi anggaran pemerintah yang berimbas pada kemampuan desa dalam mengadopsi teknologi baru.

Meski begitu, pihaknya menegaskan tidak hanya menjual perangkat lunak semata. PT Insta Pro Solution juga menyediakan program pendampingan intensif pasca implementasi. Tim teknis akan terus memantau, mengevaluasi, serta memastikan adaptasi teknologi berjalan optimal hingga aparatur desa benar benar mandiri dalam pengoperasiannya.

Dalam visi jangka panjang, perusahaan ini menargetkan dalam lima tahun ke depan mampu mendampingi sedikitnya 100 desa digital, melahirkan ribuan kader pemuda pelopor digital, serta membangun ekosistem data pedesaan yang kuat guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Diskusi publik ini pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan, tetapi juga menjadi refleksi bahwa masa depan desa sangat bergantung pada keberanian generasi muda untuk mengambil peran. Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, desa tidak boleh hanya menjadi penonton.

Dan dalam forum itu, pesan paling kuat datang dari Eko Sutrisno. Kemajuan desa tidak bisa ditunda, dan pemuda harus menjadi penggerak utamanya. Bagi Eko, membangun desa di era digital bukan semata tentang teknologi, melainkan tentang keberanian menghadirkan perubahan.

Jika pemuda mau kembali, peduli, dan berinovasi, desa bukan lagi wilayah pinggiran, melainkan pusat pertumbuhan baru yang mampu memberi pengaruh hingga level global.Jika masih ada tanda yang terlewat, saya bisa bantu clean up lagi sampai benar benar steril.(FLS)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jelang Musda Golkar Kampar, Akmal: Kalau Tak Ada Dinamika, Bukan Golkar Namanya

20 September 2026 - 15:52 WIB

Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota, Digelar 21-22 September

20 September 2026 - 11:52 WIB

Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul?

19 September 2026 - 22:40 WIB

Mengetahui Sebelum Kehilangan

19 September 2026 - 13:35 WIB

AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital

18 September 2026 - 20:05 WIB

Trending di Daerah
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam