Menu

Mode Gelap
Jejak Pengabdian Zulmansyah Sekedang, Sosok Pemimpin Pers yang Menginspirasi hingga Akhir Hayat Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

Daerah

Jejak Pengabdian Zulmansyah Sekedang, Sosok Pemimpin Pers yang Menginspirasi hingga Akhir Hayat

badge-check


					Jejak Pengabdian Zulmansyah Sekedang, Sosok Pemimpin Pers yang Menginspirasi hingga Akhir Hayat Perbesar

KAMPAR – Kabar duka datang dari dunia pers Indonesia. Tokoh senior Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai pemimpin berkomitmen dan inspiratif ini meninggalkan duka mendalam bagi kalangan jurnalis, khususnya di Riau.

Informasi wafatnya Zulmansyah dengan cepat menyebar di berbagai grup komunikasi wartawan, termasuk di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia Riau. Sejumlah rekan sejawat mengaku terkejut karena kabar tersebut datang secara tiba-tiba di tengah aktivitas rutin pagi hari.

Salah seorang jurnalis di Kampar, Adi Jondri Putra, mengaku pertama kali mengetahui kabar duka tersebut dari pesan yang dibagikan rekan seprofesi di grup internal PWI. Ia sempat memastikan kebenaran informasi itu sebelum akhirnya menerima kenyataan bahwa sosok yang selama ini ia kagumi telah berpulang.

“Awalnya saya tidak percaya. Saya baca berulang kali, lalu saya hubungi rekan yang membagikan informasi tersebut. Setelah dipastikan, saya hanya bisa terdiam,” ujar Adi saat dihubungi, Sabtu pagi.

Menurut Adi, sosok Zulmansyah bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga figur yang memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia mengenang pertemuan pertamanya dengan almarhum saat agenda organisasi di Pekanbaru, ketika Zulmansyah menyampaikan niat maju dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Riau tahun 2017.

Kala itu, Adi mengaku sempat menyampaikan ketidaksetujuannya karena mempertimbangkan posisi Zulmansyah yang masih menjabat di organisasi lain. Namun, respons yang diberikan justru menunjukkan kebesaran jiwa almarhum.

“Beliau tetap menghargai sikap saya. Itu yang paling saya ingat, bagaimana beliau menerima perbedaan tanpa mengurangi rasa hormat,” katanya.

Hubungan keduanya kembali berlanjut pada Konferprov PWI Riau 2023 di Bengkalis. Meski kembali berbeda pilihan, Zulmansyah yang kemudian terpilih sebagai Ketua PWI Riau justru merangkul Adi untuk bergabung dalam kepengurusan.

Langkah tersebut dinilai sebagai bukti nyata kepemimpinan inklusif yang ditunjukkan almarhum. Bagi Zulmansyah, perbedaan bukan alasan untuk memutus hubungan, melainkan ruang untuk memperkuat organisasi.

Di bawah kepemimpinannya, PWI Riau dinilai mengalami dinamika yang progresif. Zulmansyah juga dikenal berani mengambil langkah strategis, termasuk saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PWI Pusat dalam forum nasional.

Meski belum berhasil menduduki posisi tertinggi, kiprah Zulmansyah tetap berpengaruh dalam menentukan arah organisasi. Ia disebut turut berperan dalam proses konsolidasi di tingkat pusat, terutama saat organisasi menghadapi dinamika internal.

Dalam situasi tersebut, Zulmansyah kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat melalui forum konferensi luar biasa. Posisi tersebut sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kader daerah untuk berkiprah di tingkat nasional.

Rekan-rekan sejawat menilai, salah satu kekuatan utama Zulmansyah terletak pada komitmennya terhadap organisasi dan nilai-nilai persahabatan. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten, terbuka, dan mampu menjaga optimisme di tengah berbagai tantangan.

Kepergian Zulmansyah meninggalkan duka mendalam, sekaligus jejak pengabdian panjang di dunia jurnalistik. Bagi banyak jurnalis muda, ia bukan hanya pemimpin, tetapi juga mentor yang memberikan teladan dalam berorganisasi dan bersikap.

“Dari beliau, saya belajar arti komitmen, keteguhan prinsip, dan bagaimana tetap optimistis dalam setiap langkah,” tutur Adi.

Kini, sosok Zulmansyah Sekedang telah tiada. Namun, nilai-nilai yang ditanamkannya diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi insan pers di Tanah Air.(AJP)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati

17 April 2026 - 10:30 WIB

Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan

17 April 2026 - 09:45 WIB

Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga

16 April 2026 - 14:51 WIB

Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit

15 April 2026 - 20:14 WIB

Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

14 April 2026 - 11:56 WIB

Trending di Advertorial