KAMPAR -(VOICERIAU)- Dalam seratus hari pertama masa kepemimpinannya, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menorehkan sederet capaian yang mencerminkan wajah baru kepolisian di daerah.
Mulai dari operasi besar pemberantasan narkoba, penegakan hukum lingkungan, hingga program sosial pemenuhan gizi anak dan pelestarian alam.
Sejak dilantik oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan pada 16 Juli 2025, perwira menengah yang sebelumnya menjabat Kasubdit Narkoba Polda Riau ini langsung “tancap gas”. Ia turun ke lapangan, memimpin operasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Tegas Berantas Narkoba
Langkah awal AKBP Boby dimulai dengan pengungkapan kasus besar narkotika di Kecamatan Tapung. Dua pengedar berinisial FY dan MN ditangkap dengan barang bukti lebih dari satu kilogram sabu.
Hanya dalam waktu tiga bulan, jajaran Satres Narkoba dan Polsek berhasil mengamankan 125 pelaku tindak pidana narkoba dari 84 kasus di berbagai kecamatan. Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Oktober 2025, ketika polisi menyita 610 butir pil ekstasi dari pelaku berinisial MH.
“Perang terhadap narkoba adalah komitmen tanpa kompromi. Kami ingin menjadikan Kampar sebagai wilayah yang aman dari ancaman narkotika,” ujar AKBP Boby.
Tindak Tegas Karhutla dan Galian C Ilegal
Menjalankan instruksi Kapolda Riau, Polres Kampar juga aktif menegakkan hukum terhadap tindak pidana pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak sembilan tersangka berhasil diamankan, terdiri dari delapan laki-laki dan satu perempuan.
Upaya menjaga kelestarian alam juga dilakukan melalui penertiban aktivitas galian C ilegal yang marak di sejumlah titik. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap tujuh pelaku dan menyita beberapa alat berat.
Polres Kampar juga mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar, dengan satu tersangka berinisial BG dari Kecamatan Gunung Sahilan.
Ungkap Kasus Pembunuhan dan Pencabulan Anak
Dalam 100 hari masa jabatannya, Polres Kampar mencatat keberhasilan dalam pengungkapan empat kasus pembunuhan di wilayah Tapung Hulu dan Bangkinang.
Selain itu, sebanyak tujuh pelaku pencabulan anak di bawah umur berhasil diamankan dari berbagai kecamatan.
“Kami tidak hanya mengejar angka penegakan hukum, tetapi juga berusaha memastikan korban, terutama anak-anak, mendapatkan pendampingan dan keadilan,” kata Kapolres.
Mediasi Sosial dan Kepemimpinan Humanis
AKBP Boby dikenal luas karena gaya kepemimpinannya yang humanis dan terbuka. Ia sering terlibat langsung dalam pengamanan aksi unjuk rasa di sejumlah objek vital dan kantor pemerintahan di Kampar.
Pendekatan dialogisnya diuji saat warga Desa Siabu, Kecamatan Salo, berseteru dengan PT Shailendra. Aksi blokade jalan yang sempat berlangsung sepekan akhirnya mereda setelah Kapolres turun langsung memediasi bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kampar.
Polisi Peduli Gizi Anak
Tak hanya di ranah penegakan hukum, Polres Kampar juga memperluas kiprahnya ke bidang sosial. Melalui Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Kampar, dibentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang.
Program yang diresmikan Kapolda Riau pada 14 Oktober 2025 itu menyalurkan ribuan porsi Makanan Bergizi (MBG) kepada lebih dari 2.000 siswa di enam sekolah dasar dan menengah. Sebanyak 37 warga lokal direkrut sebagai tenaga pengelola dapur dan distribusi.
“Kami ingin polisi hadir bukan hanya saat masyarakat menghadapi persoalan hukum, tetapi juga ketika mereka membutuhkan perhatian sosial,” tutur AKBP Boby.
Bank Pohon dan Kepedulian Ekologi
Di hari yang sama, Kapolda Riau juga meresmikan “Bank Pohon Setia” (Selamatkan Ekosistem dan Tanaman Agar Lestari Alamnya) di Kelurahan Langgini, Bangkinang.
Program ini merupakan inisiatif AKBP Boby Ramadhan Sebayang yang sejalan dengan konsep Green Policing Polda Riau, menggabungkan peran kepolisian dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Bank Pohon ini menjadi wadah masyarakat untuk menanam, merawat, dan memelihara pohon produktif bernilai ekologis dan ekonomi.
Kesiapan dan Apresiasi Polda Riau
Capaian Polres Kampar turut mendapat apresiasi dari jajaran Polda Riau. Wakapolda Riau Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo memuji pelaksanaan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) dan Sistem Pengamanan Unjuk Rasa (Sispam Unras) pada 23 Oktober 2025.
Simulasi yang melibatkan 250 personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran itu dinilai menunjukkan kesiapan Polres Kampar dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya.
Bangun Kepercayaan dari Lapangan
Seratus hari pertama AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menjadi refleksi bagaimana Polri bisa hadir dengan wajah yang lebih dekat dan dipercaya masyarakat.
Kombinasi antara ketegasan dalam penegakan hukum dan kepedulian sosial menjadikan Polres Kampar sebagai salah satu satuan kerja yang paling progresif di jajaran Polda Riau tahun ini.
“Cita-cita kami sederhana: masyarakat merasa aman, anak-anak tumbuh sehat, dan alam Kampar tetap lestari,” ujar Kapolres.(***)







