KAMPAR, voiceriau.com – Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya memberikan ruang dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, mengakses pendidikan, hingga meraih prestasi di bidang olahraga.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kampar Misharti saat melepas dua atlet Special Olympics Indonesia (Soina) Kampar, Fitra Ramadhan dan Muhammad Fadil, yang akan berlaga pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelepasan berlangsung di Stanum, Bangkinang Kota, Senin (12/10/2026). Kegiatan itu dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Soina Kabupaten Kampar periode 2026-2030 yang kembali diketuai Yusneli.
Hadir dalam pelantikan pengurus Soina dan pelepasan atlet pesonas II di Kupang NTT itu antara lain Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kampar Iib Nursaleh fraksi Golkar, Dewan Kehormatan yang juga ketua fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno.
Dalam kesempatan tersebut, Misharti yang juga mendapat mandat sebagai anggota Dewan Kehormatan Soina Kampar menegaskan bahwa penyandang disabilitas harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka.
Melalui program Kampar Dihati, pemerintah daerah meminta Dinas Sosial mendata masyarakat penyandang disabilitas, termasuk anak-anak yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB). Pendataan itu diperlukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima.
“Program Kampar Dihati untuk difabel dan disabilitas ini harus benar-benar dirasakan masyarakat. Kami sudah meminta Dinas Sosial melakukan pendataan agar kita bisa memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” kata Misharti.
Ia mencontohkan bantuan alat bantu dengar yang telah diserahkan bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar kepada anak-anak yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan membantu penerima berkomunikasi dan mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.
Menurut Misharti, bantuan bagi penyandang disabilitas akan diberikan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Kampar juga menjalin dukungan melalui Sentra Handayani dan Sentra Abiseka di bawah Kementerian Sosial RI untuk membantu masyarakat dengan keterbatasan fisik dan mobilitas.
“Meskipun ruang gerak mereka terbatas, pemerintah harus hadir dan memfasilitasi masyarakat Kampar yang mengalami disabilitas. Insyaallah, bantuan akan kita berikan secara bertahap,” ujarnya.
Misharti menambahkan, pemerintah daerah juga mempersiapkan program bantuan pakaian gratis bagi masyarakat. Program tersebut, kata dia, diharapkan terus berjalan selama masa pemerintahan Bupati Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti.
Pada ajang Pesonas II 2026, Fitra Ramadhan dan Muhammad Fadil akan memperkuat kontingen Kampar dengan didampingi pelatih Darwis, DR Mashuri, serta Ketua Soina Kampar Yusneli.
Misharti berpesan agar kedua atlet tampil dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.
Ia mengingatkan bahwa keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman, membangun persahabatan, dan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Jangan takut kalah dan jangan cepat berpuas diri jika menang. Apa pun hasil yang diperoleh nanti, kalian tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kampar. Jaga kesehatan dan nama baik daerah,” pesannya.

Misharti juga menyampaikan bahwa perjuangan kedua atlet disertai doa orang tua dan dukungan para pelatih. Ia berharap mereka mampu membawa semangat Kampar untuk berjuang, berprestasi, dan menginspirasi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Soina Provinsi Riau Indah Puji Ratnani berharap atlet Kampar dapat menunjukkan kemampuan terbaik pada Pesonas II 2026 di Kupang.
Ia menyebutkan, atlet yang berhasil menjadi juara berpeluang memperoleh tiket untuk mengikuti kejuaraan dunia cabang olahraga bulutangkis di Chili.
Dalam kegiatan tersebut, Misharti juga memberikan bonus sebesar Rp 2 juta kepada Azizah, atlet senam ritmik yang meraih prestasi pada ajang dunia di Berlin, Jerman, pada 2023.
Pemberian bonus itu menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian atlet yang telah mengharumkan nama daerah melalui olahraga.
Ketua Soina Kampar Yusneli mengatakan, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting untuk mengembangkan organisasi serta membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet berkebutuhan khusus.
Menurutnya, Soina tidak hanya bertujuan melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan menumbuhkan integritas.
“Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuannya. Prestasi tidak hanya dilihat dari raihan medali, tetapi juga dari proses perjuangan dan karakter yang dibangun,” kata Yusneli.
Ia mengajak seluruh pengurus Soina Kampar mengabdikan diri untuk mendukung perkembangan atlet dan memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Selain menyampaikan komitmen terhadap penyandang disabilitas dan olahraga, Misharti juga menyinggung rencana pengembangan kawasan Stanum sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Riau.
Menurut dia, kawasan rekreasi seluas sekitar 17 hektare itu memiliki potensi yang perlu dikembangkan melalui pembenahan infrastruktur, termasuk fasilitas vila dan penginapan.
Dengan fasilitas yang memadai, Stanum diharapkan mampu menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur sekaligus menginap tanpa harus kembali ke Pekanbaru.
“Stanum ini tempat rekreasi. Waktu kecil, ketika saya ingin berenang, ibu mengarahkan saya ke Stanum. Kita ingin membenahi berbagai infrastrukturnya, termasuk vila penginapan, sehingga tamu bisa menginap di sini dan tidak perlu lagi ke Pekanbaru,” ujar Misharti.
Ia berharap pembenahan tersebut dapat meningkatkan daya tarik Stanum sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Kabupaten Kampar.(FLS)







