TAPUNG HILIR, voiceriau.com – Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang memadai, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga persatuan dan merawat hubungan sosial. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Kampar Misharti saat membuka Liga Champions Tapung Raya di Desa Tapung Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, Ahad (18/10/2026).
Di tengah kompetisi sepak bola yang mempertemukan masyarakat, Misharti mengingatkan bahwa kebersamaan merupakan modal sosial yang penting bagi pembangunan Kabupaten Kampar.
Menurut dia, silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan kekuatan untuk menyatukan perbedaan, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan kepedulian antarsesama.
“Kebersamaan adalah kekuatan. Dengan menjaga silaturahmi, kita dapat mempererat persaudaraan, membangun rasa saling percaya, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun dan harmonis,” ujar Misharti.
Bagi Misharti, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar program pemerintah. Partisipasi masyarakat, komunikasi yang harmonis, serta kesediaan untuk bekerja sama menjadi unsur penting agar pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Karena itu, pembangunan fisik perlu diiringi dengan penguatan karakter, nilai-nilai agama, dan hubungan sosial yang sehat. Ketika masyarakat mampu menjaga kerukunan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, fondasi kehidupan yang aman dan sejahtera akan semakin kuat.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, sikap saling menghargai dan membantu perlu terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.
“Masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, mengedepankan musyawarah, dan saling membantu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” katanya.
Sepak Bola sebagai Ruang Memperkuat Solidaritas
Pesan persatuan tersebut juga dikaitkan Misharti dengan penyelenggaraan Liga Champions Tapung Raya. Menurut dia, kompetisi olahraga dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus sarana memperkuat solidaritas di luar lapangan.
Sepak bola memang menghadirkan persaingan antartim. Namun, persaingan itu semestinya tetap berada dalam batas sportivitas dan tidak merusak hubungan sosial yang telah terbangun di tengah masyarakat.
Misharti mengajak para pemain, panitia, dan masyarakat menjadikan kompetisi tersebut sebagai ajang mempererat persaudaraan, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan budaya olahraga yang positif.
Ia menekankan pentingnya menghormati keputusan wasit, menghargai lawan, dan menjaga keamanan serta ketertiban selama pertandingan. Dengan demikian, keberhasilan kompetisi tidak hanya diukur dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kebersamaan masyarakat.
“Semoga pertandingan ini berjalan lancar dan Tapung Raya semakin solid, semakin kompak,” tuturnya.
Persatuan sebagai Modal Pembangunan
Bagi Pemerintah Kabupaten Kampar, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kerukunan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan. Hubungan yang baik antara warga juga membuka ruang bagi komunikasi, gotong royong, dan penyelesaian persoalan secara bersama-sama.
Misharti menegaskan bahwa pembangunan yang berkeadilan perlu ditopang oleh masyarakat yang mampu menjaga silaturahmi. Sebab, kemajuan daerah bukan hanya berkaitan dengan perubahan fisik, tetapi juga dengan kualitas hubungan antarmanusia dan kesempatan untuk hidup berdampingan secara harmonis.
“Pembangunan yang berkeadilan itu dimulai dari masyarakat yang menjaga silaturahmi dengan baik,” kata Misharti.
Melalui Liga Champions Tapung Raya, ia berharap semangat kebersamaan tidak berhenti ketika pertandingan usai. Nilai persaudaraan, sportivitas, dan kepedulian yang tumbuh di lapangan diharapkan terbawa ke kehidupan sehari-hari, menjadi kekuatan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kampar.(***)







