BANGKINANG KOTA – Upaya melestarikan identitas budaya sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kampar. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dipersip) Kabupaten Kampar, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang diikuti 50 peserta terpilih ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dipersip Kampar, Hj Kholidah, di Aula Kantor Dipersip, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Program ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Kholidah menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar pelatihan menulis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga dan mendokumentasikan kekayaan budaya daerah.
“Bimtek kepenulisan berbasis konten lokal adalah aktivitas menulis yang mengangkat kekayaan budaya, kearifan lokal, sejarah, tradisi, cerita rakyat, hingga kuliner khas daerah sebagai tema utama,” ujar Kholidah.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta didorong untuk mampu menghasilkan karya tulis yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan akademis. Menurutnya, literasi yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kritis dan berdaya saing.
Lebih jauh, Kholidah berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui karya-karya yang mengangkat identitas Kampar.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga mampu melahirkan tulisan yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Riska Jonita Eka Putri menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti bimtek merupakan hasil seleksi terbuka. Sebelumnya, para calon peserta diminta mengirimkan karya tulis sebagai bagian dari proses penilaian.
“Peserta berjumlah 50 orang yang telah melalui tahapan seleksi. Tujuannya agar kegiatan ini benar-benar diikuti oleh mereka yang memiliki minat dan potensi di bidang kepenulisan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bimtek ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi peserta dalam mengangkat kearifan lokal, sejarah, dan tradisi daerah menjadi karya tulis berkualitas yang dapat dipublikasikan melalui berbagai media, baik digital maupun cetak.
“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi daerah melalui tulisan, baik dalam bentuk buku, artikel, maupun esai,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dipersip Kampar Wira Sastra, Kepala Bidang Arsip Arman, serta para narasumber yang memberikan materi selama pelatihan berlangsung.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dipersip Kampar dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kampar. Kerja sama ini mencakup pembinaan dan penyelenggaraan program literasi kepemiluan serta pengelolaan kearsipan.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kampar Syawir Abdullah bersama jajaran, serta Kepala Dipersip Kampar Hj Kholidah didampingi para pejabat terkait.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan literasi masyarakat tidak hanya berkembang dalam aspek budaya, tetapi juga dalam pemahaman demokrasi dan pentingnya arsip sebagai bagian dari dokumentasi sejarah.
Dengan terselenggaranya bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Kampar menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang literat, berbudaya, dan mampu bersaing di tengah arus globalisasi tanpa meninggalkan akar kearifan lokal.(Adv)







