Menu

Mode Gelap
Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul? Mengetahui Sebelum Kehilangan AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok Wabup Misharti Dorong Percepatan Listrik Desa, 555 Titik Baru Diusulkan untuk Kampar Puskesmas Muara Uwai Resmi Jadi FKTP BPJS, Warga Tak Perlu Lagi ke Laboy Jaya

Daerah

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Nenas di Desa Penampi

badge-check


					Mahasiswa Kukerta Universitas Riau bersama peserta sosialisasi yang terdiri atas kelompok tani, BUMDes, Karang Taruna, perangkat desa, dan masyarakat Desa Penampi di Balai Desa Penampi. Perbesar

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau bersama peserta sosialisasi yang terdiri atas kelompok tani, BUMDes, Karang Taruna, perangkat desa, dan masyarakat Desa Penampi di Balai Desa Penampi.

Desa Penampi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau menggelar kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Nenas di Bala i Desa Penampi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, perangkat desa, serta masyarakat Desa Penampi.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa Kukerta Universitas Riau di bawah bimbingan Dr. Nur Asiah, S.Pi., M.Si.

Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah nenas menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan, mudah dibuat, serta memiliki nilai guna bagi sektor pertanian.

Dalam pemaparan materi, mahasiswa Kukerta menjelaskan bahwa Desa Penampi memiliki potensi perkebunan nenas yang cukup besar sehingga menghasilkan limbah organik berupa kulit, mahkota, batang, maupun buah yang tidak layak jual.

Limbah tersebut sering kali belum dimanfaatkan secara optimal, padahal dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman.

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau memberikan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah kulit nenas kepada peserta sosialisasi di Balai Desa Penampi.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa limbah nenas bukan hanya sekadar sampah, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan kembali pada lahan pertanian maupun tanaman pekarangan. Dengan demikian, limbah dapat berkurang sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa Kukerta Universitas Riau.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi secara langsung mengenai proses pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Bahan yang digunakan meliputi limbah nenas, gula merah, larutan EM4, dan air bersih.

Peserta diperlihatkan setiap tahapan pembuatan, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, proses fermentasi selama 14 hari, hingga cara penggunaan POC yang tepat pada tanaman.

Suasana kegiatan berlangsung dengan hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat demonstrasi pembuatan Pupuk organik cair. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan limbah nenas menjadi produk yang lebih bernilai.

Foto bersama mahasiswa Kukerta Universitas Riau dengan kelompok tani, BUMDes, Karang Taruna, perangkat desa, dan masyarakat Desa Penampi setelah kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Perwakilan Pemerintah Desa Penampi menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta Universitas Riau. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah pertanian yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

Diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap masyarakat Desa Penampi semakin terdorong untuk memanfaatkan limbah nenas sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC).

Selain membantu mengurangi limbah organik, inovasi sederhana ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, serta memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan di Desa Penampi.(***)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Agus Risna Saputra, Iib Nursaleh dan Rahmat Alputra Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kampar, Siapa Menyusul?

19 September 2026 - 22:40 WIB

Mengetahui Sebelum Kehilangan

19 September 2026 - 13:35 WIB

AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital

18 September 2026 - 20:05 WIB

Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok

18 September 2026 - 17:49 WIB

Wabup Misharti Dorong Percepatan Listrik Desa, 555 Titik Baru Diusulkan untuk Kampar

17 September 2026 - 08:59 WIB

Trending di Daerah
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam