KAMPAR, Voiceriau.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kampar menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh pengurus dan perwakilan cabang olahraga (cabor) di Aula Sekretariat KONI Kampar, Kamis (11/12/2025). Rakor ini diikuti 38 cabor yang berada di bawah naungan KONI Kampar.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum KONI Kampar M Yasir, para Wakil Ketua Hafis Tohar, Nur Adlin, Eka Sumahamid, Indra Yudi Marzuki, M Rusdi, Sekretaris Umum KONI Kampar Taufik, serta Bendahara Yudi.
Sekretaris Umum KONI Kampar, Taufik, menyampaikan rakor ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penutup rangkaian kegiatan KONI Kampar sepanjang 2025.
“Sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan. Mudah-mudahan rakor ini menjadi penutup agenda 2025 dan titik awal memasuki program 2026,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Kampar, M Yasir, menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga. Ia menyebut KONI Kampar menjadi satu-satunya KONI kabupaten/kota di Riau yang secara rutin menyelenggarakan kejuaraan kabupaten (kejurkab).
“Sudah 16 cabor yang kita adakan kejurkab. Saya berbangga kepada cabor-cabor yang sudah mengadakan kejurkab,” kata Yasir.

Menurutnya, atlet Kampar juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional. “Hampir 17 kejurnas yang diikuti anak-anak Kampar. KONI Kampar tetap siap membantu,” ujarnya.
Yasir menambahkan, pihaknya memilih memprioritaskan anggaran untuk mendukung kegiatan cabor ketimbang memperbanyak rapat. Untuk 2026, KONI Kampar tetap membuka peluang penyelenggaraan kejurkab lanjutan.
“Kalau anggaran cukup, minimal delapan kejurkab bisa kita laksanakan,” katanya.
Menjelang akhir tahun, KONI Kampar juga menyiapkan dua agenda kejurkab tambahan, yakni sepak takraw dan tenis meja. Sisa anggaran 2025 akan dialokasikan untuk membantu seluruh cabor.
Ia mengajak seluruh pengurus cabor memperkuat komitmen memajukan olahraga Kampar.
“Mari tanamkan jiwa patriot olahraga. Kepada cabor-cabor, bangkit. Insya Allah 2026 kita jaya kembali,” ujarnya.
Pada 2026, KONI Kampar masih menjadikan program peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan atlet sebagai agenda prioritas menuju pencapaian target “Kampar Emas”.(FLS)







