Bangkinang Kota – Di halaman Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Kampar, Sabtu (30/5/2026), suasana Iduladha 1447 Hijriah terasa berbeda. Di tengah aktivitas penyembelihan hewan kurban, para pengurus, kader, anggota legislatif, hingga organisasi sayap partai berkumpul dalam satu momentum yang tidak hanya sarat nilai keagamaan, tetapi juga memperlihatkan wajah kebersamaan sebuah organisasi politik.
Tahun ini, DPD II Golkar Kampar menyembelih empat hewan kurban yang terdiri dari dua ekor sapi, satu ekor kerbau, dan satu ekor kambing. Jumlah tersebut memang lahir dari partisipasi para kader dan pimpinan partai, namun secara tidak langsung menghadirkan simbol yang menarik. Angka empat identik dengan nomor urut Partai Golkar pada Pemilu 2024 lalu, sebuah nomor yang menjadi bagian penting dari perjalanan politik partai berlambang pohon beringin tersebut.
Meski hanya sebuah kebetulan, angka empat seolah menjadi pengingat bahwa kekuatan partai dibangun dari kebersamaan berbagai elemen yang bergerak dalam satu irama. Empat hewan kurban yang berasal dari empat unsur berbeda itu mencerminkan soliditas yang selama ini menjadi fondasi Golkar di Kabupaten Kampar.
Seekor sapi merupakan sumbangan Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau Yulisman. Seekor kerbau berasal dari Ketua DPD II Golkar Kampar Repol. Seekor sapi lainnya disumbangkan Fraksi Golkar DPRD Kampar, sementara seekor kambing berasal dari Ketua Al-Hidayah Kampar Erni Haerani Repol.
Jika dicermati lebih jauh, empat hewan kurban tersebut bukan sekadar jumlah. Di dalamnya terdapat representasi hubungan yang saling terhubung antara kepemimpinan partai di tingkat provinsi, kepengurusan kabupaten, kekuatan legislatif, serta organisasi sayap yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Golkar.
Prosesi penyembelihan pun dilakukan secara simbolis oleh sejumlah tokoh partai. Sapi sumbangan Ketua DPD I Golkar Riau Yulisman disembelih langsung oleh Ketua DPD II Golkar Kampar Repol. Momen itu menjadi gambaran sinergi antara kepemimpinan partai di tingkat provinsi dan kabupaten.
Sementara itu, sapi sumbangan Fraksi Golkar DPRD Kampar disembelih oleh Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh. Kerbau sumbangan Ketua DPD II Golkar Kampar Repol disembelih oleh Ketua Pimpinan Kecamatan Golkar Kampar Firdaus. Sedangkan kambing sumbangan Ketua Al-Hidayah Kampar Erni Haerani Repol disembelih oleh Ketua Panitia Kurban DPD II Golkar Kampar Min Amir Habib Efendi Pakpahan.
Pembagian peran tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban tidak terpusat pada satu figur semata. Seluruh unsur diberikan ruang untuk terlibat secara langsung, mencerminkan budaya kolektif yang selama ini dibangun dalam organisasi.
Sejak pagi, halaman sekretariat partai tampak dipenuhi kader dari berbagai kecamatan. Mereka bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Tidak ada sekat antara pengurus, legislator, maupun kader di tingkat bawah. Semua membaur dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Pemandangan seperti itu menjadi potret lain dari kehidupan partai politik yang jarang terlihat di ruang publik. Jika dalam keseharian partai lebih banyak dikenal melalui aktivitas politik dan agenda pemerintahan, maka pada momentum Iduladha wajah yang muncul adalah wajah sosial dan kemanusiaan.
Ketua DPD II Golkar Kampar Repol menegaskan bahwa kurban merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat berkurban mengajarkan pentingnya berbagi serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Bagi Golkar Kampar, kegiatan kurban juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkader yang tersebar di berbagai wilayah. Dalam organisasi yang memiliki struktur hingga tingkat desa dan kecamatan, menjaga kebersamaan menjadi hal penting untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, momentum Iduladha dimanfaatkan bukan hanya sebagai ibadah tahunan, melainkan juga sebagai ruang konsolidasi yang lebih humanis. Konsolidasi yang tidak dibangun melalui rapat atau forum politik, melainkan melalui kebersamaan, gotong royong, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD II Golkar Kampar Repol, Sekretaris DPD II Golkar Kampar Yuli Hendra, Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kampar Jordan Saragih, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kampar Min Amir Habib Efendi Pakpahan, anggota DPRD Kampar Agus Candra yang juga menjabat Ketua MKGR Kampar, serta jajaran pengurus Pimpinan Kecamatan Golkar se-Kabupaten Kampar.
Hadir pula pengurus Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Al-Hidayah, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), dan sejumlah kader lainnya. Ketua DPD I Golkar Riau Yulisman juga dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap agenda sosial-keagamaan yang dilaksanakan Golkar Kampar.
Di tengah dinamika politik yang terus bergerak, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa partai politik tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan demokrasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Daging kurban yang dibagikan kepada warga menjadi bentuk nyata dari semangat tersebut.
Lebih dari itu, kurban mengandung pesan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Nilai-nilai yang sesungguhnya relevan tidak hanya dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam kehidupan berorganisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Maka ketika empat hewan kurban disembelih di halaman Sekretariat DPD II Golkar Kampar tahun ini, yang terlihat bukan sekadar angka. Di balik angka empat itu tersimpan pesan tentang persatuan, solidaritas, dan semangat berbagi yang ingin terus dijaga. Sebuah pesan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya lahir dari kemenangan politik, tetapi juga dari kemampuannya merawat kebersamaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.(FLS)







