BANGKINANG, – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Zukri mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan partai politik semata-mata sebagai kendaraan untuk mengejar jabatan maupun kepentingan pribadi.
Menurut Zukri, berpartai seharusnya menjadi jalan pengabdian untuk membantu masyarakat dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab), pembentukan dan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Kampar di Aula Stanum, Bangkinang, Minggu (26/7/2026).
“Kita harus punya motivasi hidup sehingga mau berpartai bukan karena ingin kaya, bukan juga untuk jabatan atau semata-mata mencari uang. Berpartai sesungguhnya adalah ibadah karena kita bisa menolong banyak orang,” kata Zukri.
Zukri menilai, anggapan bahwa seseorang harus menjadi anggota legislatif atau kepala daerah agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan pemikiran yang keliru.
Menurut dia, setiap kader memiliki ruang dan jalan pengabdian masing-masing.
“Kalau orang berpikir berpartai itu harus menjadi anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten, harus menjadi bupati, wakil bupati, gubernur, atau presiden, dia salah,” ujarnya.
Zukri mengatakan, partai politik harus menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia mencontohkan, kader partai dapat berkontribusi membantu masyarakat yang sakit, membantu masyarakat miskin, serta memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Berpartai bukan semata-mata tentang jabatan. Berpartai adalah jalan yang kita tempuh untuk menolong banyak orang, terutama kader partai dan masyarakat,” kata Zukri.
Tak lagi menjadikan jabatan sebagai tujuan
Dalam kesempatan tersebut, Zukri juga menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi menjadikan jabatan politik sebagai tujuan utama dalam berpartai.
Ia mengatakan, keinginan untuk memperoleh jabatan hanya sebagian kecil dari motivasinya dalam menjalankan aktivitas politik.
“Saya hari ini bahkan tidak lagi berpikir tentang jabatan. Saya juga tidak berpikir besok akan menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan. Kalau tentang jabatan, 30 persen keinginan saya untuk jabatan. Bahkan menurut saya, 30 persen itu hanya takdir dan rencana Allah,” ujar Zukri.
Ia mengatakan, dirinya tetap memilih jalan politik karena ingin mengabdi dan membantu lebih banyak masyarakat.
“Saya hadir di acara ini dan meninggalkan keluarga bukan karena saya ingin menjadi calon gubernur. Saya ingin mengabdi kepada partai lagi karena partai ini adalah jalan yang saya tempuh untuk menolong banyak orang, terutama kader partai dan masyarakat,” katanya.
Zukri juga menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui jabatan politik.
Menurut dia, seseorang yang tidak menjadi pejabat atau anggota legislatif tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ada orang yang menjadi pejabat, menjadi anggota DPRD provinsi, wakil bupati, atau anggota DPRD kabupaten, dia bisa menolong orang. Tetapi ada juga orang yang tidak perlu menjadi anggota DPRD atau pejabat, tetapi dia tetap bisa menolong orang,” ujarnya.
Apresiasi capaian PDIP Kampar
Dalam kesempatan yang sama, Zukri mengapresiasi capaian PDI Perjuangan Kabupaten Kampar pada Pilkada 2024.
Ia menyebut keberhasilan partai mengusung bupati dan wakil bupati di Kabupaten Kampar merupakan catatan bersejarah bagi PDI Perjuangan.
“Ini capaian yang luar biasa. Sebelumnya dalam sejarah PDI Perjuangan Kabupaten Kampar belum pernah memiliki bupati maupun wakil bupati yang diusung. Sekarang kita memiliki bupati dan wakil bupati,” kata Zukri.
Menurut Zukri, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap, pembentukan dan pelantikan PAC PDI Perjuangan di Kabupaten Kampar dapat memperkuat struktur partai hingga ke tingkat bawah.
Kegiatan Musancab tersebut turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kampar Misharti, Sekretaris DPC Hanafiah, Bendahara DPC H Ropii Siregar, Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Ma’mun Solikhin, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kampar Yohanes Lindung dan Azhari Nardi, serta jajaran kader dan pengurus partai.
Dalam kegiatan tersebut, pengurus PAC PDI Perjuangan di sejumlah kecamatan juga dibentuk dan dilantik sebagai bagian dari konsolidasi organisasi partai di Kabupaten Kampar.(***)







