Menu

Mode Gelap
Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas

Daerah

Misharti: Koperasi Harus Jadi Jantung Ekonomi Desa yang Profesional dan Transparan

badge-check


					Misharti: Koperasi Harus Jadi Jantung Ekonomi Desa yang Profesional dan Transparan Perbesar

Bangkinang Kota, Voiceriau.com – Upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahap III, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bangkinang Baru itu dibuka langsung Wakil Bupati Kampar, Misharti, dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Misharti menekankan bahwa koperasi memegang posisi strategis sebagai penopang ekonomi desa. Menurutnya, keberhasilan pengembangan koperasi bukan hanya ditentukan oleh modal maupun infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas manusia yang mengelolanya.

“Kita tidak bisa bicara Indonesia Emas tanpa bicara kualitas SDM. Koperasi adalah jantung ekonomi desa, dan pengurusnya harus memiliki kompetensi, integritas, serta visi yang kuat,” ujar Misharti.

Pelatihan tahap III ini diikuti 110 peserta yang terdiri dari ketua dan bendahara koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari berbagai wilayah di Kampar.

Para peserta dibekali pengetahuan teknis mulai dari manajemen harian, administrasi dan keuangan, penyusunan rencana bisnis, hingga penyusunan laporan kinerja.

Model ini dirancang agar pengurus tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengaplikasikannya dalam tata kelola koperasi secara profesional.

Skema tersebut selaras dengan dorongan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa sebagai penyangga struktur ekonomi lokal.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Drs. Dendi Zulhairi, M.Si, serta sejumlah narasumber seperti Muhammad Ilyas turut hadir memberikan pembekalan. Selain materi teknis, peserta juga mendapat sesi motivasi dan studi kasus dari koperasi yang dinilai berhasil di berbagai sektor.

Misharti menegaskan bahwa pelatihan ini bukan kegiatan rutin semata, melainkan bagian dari program strategis nasional yang dituangkan dalam visi jangka panjang Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks tersebut, kualitas SDM menjadi titik awal untuk menghasilkan koperasi yang sehat, inovatif, dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Kampar, lanjutnya, berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan koperasi tumbuh secara mandiri, mulai dari peningkatan kompetensi pengurus, sinergi lintas sektor, hingga penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator.

“Kolaborasi adalah kunci. Koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat,” kata Misharti.

Pelatihan dirancang berlangsung selama tiga hari, 27–29 November 2025, menggunakan metode interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung.

Pendekatan ini dianggap penting agar peserta benar-benar memahami situasi nyata yang dihadapi koperasi, termasuk tantangan digitalisasi, dinamika pasar, dan manajemen risiko.

Para peserta diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan yang dapat langsung diterapkan untuk memperkuat koperasi di wilayah masing-masing. Penguatan SDM ini, menurut Misharti, akan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam penutupannya, Misharti mengajak seluruh peserta menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Dengan SDM unggul dan talenta yang terasah, kita bisa membawa Kampar menjadi kabupaten yang mandiri dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat koperasi sebagai institusi yang tidak hanya mengelola usaha, tetapi juga membentuk budaya ekonomi yang transparan, berdaya saing, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(FLS)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati

17 April 2026 - 10:30 WIB

Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan

17 April 2026 - 09:45 WIB

Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga

16 April 2026 - 14:51 WIB

Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit

15 April 2026 - 20:14 WIB

Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

14 April 2026 - 11:56 WIB

Trending di Advertorial