Bangkinang Kota, Voiceriau.com – Pemerintah Kabupaten Kampar kembali menegaskan komitmennya merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk para purnabakti negara, melalui pelantikan dan pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kampar periode sisa masa jabatan 2023–2028.
Acara yang berlangsung di Aula Komplek Perkantoran Bupati Kampar, Selasa (25/11/2025), ini bukan hanya seremoni regenerasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat peran strategis para pensiunan dalam pembangunan daerah.
Ketua Umum PWRI Provinsi Riau, Brigjen TNI (Purn) Saleh Djasit hadir langsung memimpin prosesi pelantikan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa status purna tugas tidak menghapus tugas moral untuk tetap mengabdi bagi masyarakat.
“Meski telah selesai bertugas, semangat pengabdian tidak boleh padam. PWRI adalah wadah untuk tetap berkontribusi, berbagi pengalaman, dan menjaga kekompakan,” ujar Saleh Djasit.
PWRI, yang anggotanya terdiri dari pensiunan ASN serta TNI/Polri, selama ini kerap berada di posisi strategis sebagai pemberi masukan dalam kebijakan publik. Dengan pengalaman panjang dalam birokrasi maupun kelembagaan negara, kontribusi para wredatama dianggap penting untuk menjaga kualitas tata kelola pemerintahan.
Wakil Bupati Kampar Misharti yang melantik langsung pengurus baru, menegaskan bahwa kontribusi para pensiunan tidak boleh dipandang selesai bersamaan dengan berakhirnya masa tugas formal.
“Pensiun bukan akhir pengabdian, tetapi fase baru. Pengalaman para wredatama adalah modal berharga untuk pembangunan Kampar,” kata Misharti.
Ia juga menekankan bahwa PWRI berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, pemerintah Kabupaten Kampar menilai kolaborasi lintas generasi menjadi faktor krusial. Para wredatama, dengan rekam jejak panjang di dunia birokrasi dan kemasyarakatan, diyakini dapat memberi perspektif berbeda untuk memperkaya proses penyusunan kebijakan.
“Pemkab Kampar berkomitmen mendukung penuh kegiatan PWRI. Kami ingin organisasi ini tetap hidup, aktif, dan menjadi ruang berbagi bagi para purnabakti,” tegas Wabup Misharti.
Pelantikan berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Para anggota PWRI yang hadir tak hanya merayakan pelantikan pengurus, namun juga menunjukkan tekad memperkuat peran sosial mereka di masyarakat.
Bagi sebagian besar wredatama, aktivitas organisasi menjadi ruang untuk tetap produktif, mengabdi, dan menjaga hubungan sosial setelah masa tugas resmi berakhir. Mereka berharap dapat terus menjadi teladan, terutama dalam hal integritas dan etos kerja, bagi generasi muda yang kini berada di garda depan pembangunan.
Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama dan pesan penguatan untuk seluruh anggota PWRI agar terus menjaga semangat kebersamaan dalam mengawal pembangunan Kampar ke depan.(FLS)







