Menu

Mode Gelap
Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas

Advertorial

Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan

badge-check


					Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni beserta Guru UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir usai perlombaan jenjang nasional olimpiade Literasi Kebangsaan 2026 Perbesar

Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni beserta Guru UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir usai perlombaan jenjang nasional olimpiade Literasi Kebangsaan 2026

KAMPAR – Dari ruang kelas sederhana di UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, dua pelajar menorehkan capaian yang melampaui batas geografis. Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni berhasil menembus 10 besar nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan tingkat SMP/MTs sebuah pencapaian yang tidak hanya mencerminkan kecakapan akademik, tetapi juga daya tahan dalam proses belajar, Jum’at (17/04/2026).

Kholid mencatatkan skor 97 dari 100 dengan waktu 14 menit 23 detik dan meraih posisi harapan II. Sementara Fatma meraih skor sama dengan selisih waktu tipis, 14 menit 35 detik. Di antara ratusan bahkan ribuan peserta dari berbagai daerah, keduanya mampu berdiri sejajar dalam kompetisi yang menuntut ketepatan sekaligus kecepatan berpikir.

Guru pendamping, Yeni Elfita, menggambarkan perjalanan panjang yang harus dilalui para siswa. Kompetisi berlangsung berjenjang, tingkat kabupaten pada 10 Januari 2026, provinsi 5 Februari 2026, hingga nasional pada 10 April 2026 seluruhnya dilakukan secara daring.

“Semua tahapan dilaksanakan secara online. Ini menuntut siswa lebih mandiri dan disiplin, karena tidak ada pengawasan langsung seperti lomba tatap muka,” kata Yeni.

Dalam format daring, ruang kompetisi berpindah dari gedung lomba ke layar perangkat. Tidak ada sorak-sorai penonton, tidak ada atmosfer panggung besar yang ada hanya ketenangan, waktu yang berjalan cepat, dan kemampuan mengelola fokus.

Di situlah, menurut Yeni, tantangan sebenarnya muncul. Siswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga secara mental.

“Yang dilatih bukan hanya kemampuan menjawab soal, tapi juga ketahanan fokus dan kejujuran. Ini bagian dari karakter,” ujarnya.

Pembinaan dilakukan melalui latihan rutin, diskusi materi, hingga pendalaman isu-isu kebangsaan. Literasi dalam konteks ini tidak berhenti pada kemampuan membaca, melainkan berkembang menjadi pemahaman nilai tentang identitas, keberagaman, dan kebangsaan.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan internal sekolah. Kepala UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, Yusrial, disebut memberi ruang bagi penguatan pembinaan, baik dari sisi waktu maupun fasilitas.

“Dukungan sekolah sangat penting, terutama untuk menjaga konsistensi latihan siswa,” kata Yeni.

Dalam banyak kasus, prestasi siswa sering kali berdiri di atas fondasi sistem yang mendukung. Di SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, sinergi antara guru dan manajemen sekolah menjadi faktor yang memungkinkan pembinaan berjalan berkelanjutan.

Bagi Kholid Khoirul Azam, pengalaman mengikuti olimpiade nasional menjadi ujian tersendiri. Ia harus menghadapi tekanan kompetisi sekaligus mengelola waktu secara presisi.

“Saya sempat gugup karena bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Tapi saya coba tetap tenang dan fokus,” ujarnya.

Menurut Kholid, kecepatan menjadi faktor penentu. Dengan skor yang bisa saja sama antar peserta, selisih waktu menjadi pembeda.

“Harus bisa bagi waktu. Jangan terlalu lama di satu soal,” katanya.

Pengalaman itu, bagi Kholid, tidak hanya tentang hasil, tetapi juga tentang proses belajar yang membentuk cara berpikir.

Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi kebangsaan menjadi semakin relevan. Kemampuan membaca tidak lagi cukup siswa dituntut mampu menyaring, memahami, dan menempatkan informasi dalam konteks kebangsaan.

Olimpiade ini menjadi salah satu ruang untuk menguji sekaligus membentuk kemampuan tersebut. Bahwa menjadi pelajar hari ini bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga kesadaran sebagai bagian dari bangsa.

Capaian dua siswa ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kampar, Misharti, yang juga Ketua PGRI Kabupaten Kampar.

Menurut Misharti, keberhasilan menembus 10 besar nasional merupakan indikator bahwa potensi siswa daerah tidak kalah dengan daerah lain.

“Ini kebanggaan bagi Kampar. Siswa kita mampu masuk 10 besar nasional dengan hasil yang sangat baik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pembinaan agar prestasi tidak berhenti pada satu generasi.

“Kita ingin ini menjadi awal, bukan puncak. Harus ada regenerasi dan pembinaan yang terus berjalan,” katanya.

Prestasi Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni menjadi cerita tentang kemungkinan bahwa dari daerah, dengan fasilitas terbatas sekalipun, siswa dapat menembus panggung nasional.

Lebih dari sekadar peringkat, capaian ini menunjukkan bahwa literasi, jika dibina dengan serius, dapat menjadi jalan bagi lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Dari Kampar, dua nama itu kini menjadi simbol bahwa kerja keras, bimbingan, dan dukungan lingkungan dapat membuka jalan menuju prestasi bahkan di tingkat nasional.(FLS)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati

17 April 2026 - 10:30 WIB

Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga

16 April 2026 - 14:51 WIB

Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit

15 April 2026 - 20:14 WIB

Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

14 April 2026 - 11:56 WIB

Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas

13 April 2026 - 21:02 WIB

Trending di Advertorial