KAMPAR – Akses menuju pesantren di Desa Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau, menjadi titik pertama yang mendapat perhatian. Bahu jalan di kawasan tersebut mulai dibersihkan PT RAPP menggunakan grader, Ahad (30/8/2026), sebelum pengerjaan dilanjutkan ke ruas Kebun Durian–Gunung Sahilan.
Pengerjaan itu dipantau langsung Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kampar, Eko Sutrisno.
Eko mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan prinsip satu per satu. Setelah pekerjaan bahu jalan menuju pesantren selesai, pengerjaan baru akan diarahkan ke ruas Kebun Durian–Gunung Sahilan.
“Kita kerjakan satu per satu dulu. Yang menuju pesantren kita dahulukan, setelah selesai baru kita lanjutkan ke Kebun Durian–Gunung Sahilan,” ujar Eko.
Eko menjelaskan, upaya perbaikan dan pembersihan bahu jalan tersebut dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kampar.
Penanganan dilakukan dengan membangun kerja sama dan memanfaatkan dukungan berbagai pihak yang memiliki kemampuan sekaligus visi yang sama untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Salah satunya melalui dukungan perusahaan yang berdomisili dan menjalankan aktivitas usaha di sekitar wilayah kecamatan.
Selain perusahaan, Eko juga membuka ruang kolaborasi dengan para pengusaha serta stakeholder terkait lainnya untuk bersama-sama mengambil bagian dalam membantu penanganan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut Eko, pola kolaborasi tersebut dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan di lapangan tanpa harus selalu bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Ini kita lakukan tanpa menggunakan APBD Kabupaten Kampar. Kita manfaatkan kerja sama dengan semua pihak yang memiliki kemampuan dan visi yang sama, baik perusahaan yang berdomisili di sekitar kecamatan, para pengusaha maupun stakeholder terkait,” kata Eko.
Ia menilai, keberadaan perusahaan dan dunia usaha di tengah masyarakat memiliki potensi besar untuk ikut memberikan kontribusi terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, sinergi antara masyarakat, wakil rakyat, perusahaan, pengusaha dan stakeholder lainnya perlu terus dibangun agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama.
Pada tahap awal, pengerjaan difokuskan pada bahu jalan menuju kawasan pesantren di Desa Gunung Sahilan.
Grader milik PT RAPP dikerahkan untuk membantu membersihkan dan merapikan bahu jalan. Pekerjaan tersebut dipantau langsung Eko Sutrisno untuk memastikan titik yang dikerjakan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Menurut Eko, pengerjaan tidak harus dilakukan sekaligus di seluruh ruas. Dengan mengerjakan satu per satu, setiap titik diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah.
“Setelah pekerjaan di sini selesai, baru kita pindahkan ke titik berikutnya. Jadi kita selesaikan satu per satu,” katanya.
Pembersihan bahu jalan diharapkan dapat membuat akses menuju pesantren menjadi lebih tertata, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas.
Setelah pengerjaan akses menuju pesantren selesai, penanganan akan dilanjutkan ke ruas Kebun Durian–Gunung Sahilan.
Ruas tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah keluhan masyarakat ramai disampaikan melalui media sosial. Aspirasi itu kemudian mendapat perhatian Eko untuk ditindaklanjuti.
Namun, pengerjaannya dilakukan setelah titik pertama selesai.
Eko menegaskan, penundaan pengerjaan ruas Kebun Durian–Gunung Sahilan bukan berarti aspirasi masyarakat diabaikan. Penanganan tetap menjadi bagian dari rencana yang akan dikerjakan secara bertahap.
“Tidak kita tinggalkan. Setelah yang ini selesai, baru kita lanjutkan ke Kebun Durian–Gunung Sahilan,” ujarnya.
Eko berharap pola kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan di wilayah Kabupaten Kampar.
Menurut dia, persoalan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memang memiliki kewenangan dan anggaran, tetapi dukungan dari dunia usaha dan stakeholder juga dapat memberikan kontribusi positif.
Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat dapat direspons lebih cepat melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.
“Yang kita bangun adalah kerja sama. Siapa pun yang punya kemampuan dan visi yang sama untuk membantu masyarakat, mari kita libatkan,” katanya.
Pengerjaan bahu jalan menuju pesantren di Desa Gunung Sahilan pun menjadi langkah awal dari pola tersebut.
Setelah satu titik selesai, grader akan diarahkan ke titik berikutnya. Hingga akhirnya, ruas Kebun Durian–Gunung Sahilan juga diharapkan mendapat giliran penanganan.
Bagi Eko, tidak harus menunggu APBD untuk berbuat bagi masyarakat, selama ada kemauan untuk membangun kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian dan kemampuan.(FLS)







