KAMPAR – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kabupaten Kampar tahun ini menghadirkan perubahan signifikan dengan penerapan sistem berbasis komputer. Ujian yang diikuti ratusan siswa tersebut tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, khususnya kejujuran dan tanggung jawab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Helmi, mengatakan bahwa pelaksanaan TKA dilakukan menggunakan perangkat laptop yang terhubung langsung ke server pusat. Sistem ini diterapkan baik secara daring (online) maupun semi-daring, menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur di masing-masing sekolah.
“Pelaksanaan tahun ini kita lakukan berbasis komputer. Ini menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan evaluasi pendidikan di Kampar,” kata Helmi, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA dibagi dalam empat gelombang untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan optimal. Setiap gelombang berlangsung selama dua hari, sehingga total waktu pelaksanaan mencapai delapan hari.
Menurut Helmi, selain sebagai alat ukur capaian akademik, TKA juga memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa. Ia menegaskan bahwa nilai kejujuran menjadi salah satu aspek utama yang ingin ditanamkan melalui pelaksanaan tes ini.
“TKA ini bukan hanya soal nilai akhir, tetapi bagaimana siswa belajar mengerjakan dengan kemampuan sendiri, jujur, dan tanpa tekanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa materi yang diujikan dalam TKA tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Kemampuan memahami bacaan, berpikir kritis, serta keterampilan berhitung menjadi indikator penting dalam penilaian.
Helmi menambahkan, hasil dari TKA nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu acuan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2026, khususnya pada jalur prestasi. Selain itu, data hasil tes juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memetakan kualitas pendidikan di Kabupaten Kampar.
“Dari hasil ini, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan siswa kita, sekaligus menjadi dasar untuk perbaikan ke depan,” katanya.
Penerapan sistem berbasis komputer dalam TKA ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelaksanaan ujian. Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kecurangan dapat diminimalisasi, sehingga hasil yang diperoleh lebih objektif.
Helmi menegaskan bahwa TKA merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pendidikan. Ia berharap melalui sistem ini, lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas yang kuat.
“Kita ingin menciptakan siswa yang cerdas sekaligus berkarakter. Itu yang menjadi tujuan utama dari pelaksanaan TKA ini,” ujarnya.







