Bangkinang Kota, Voiceriau.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui penyerahan bantuan peralatan usaha kepada 188 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Kampar Misharti dalam sebuah acara di Aula Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar, Rabu (26/11).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Dendi Zulhairi beserta para penerima manfaat dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Misharti menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Ia menyebut, penguatan sektor ini bukan hanya menjadi program rutin, melainkan strategi utama untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.
“UMKM adalah motor penggerak ekonomi rakyat. Bantuan peralatan usaha ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Penyerahan bantuan kali ini menyasar pelaku UMKM di 15 kecamatan, mulai dari Koto Kampar Hulu, XIII Koto Kampar, Kuok, Salo, Bangkinang Kota, Bangkinang, Tapung, Tapung Hulu, Kampar, Kampar Utara, Tambang, Siak Hulu, hingga Kampar Kiri dan Kampar Kiri Tengah.
Sedikitnya 17 jenis peralatan usaha dibagikan, seperti gerobak usaha, etalase serbaguna, mesin continuous sealer, oven gas, food dehydrator, mesin penggiling kedelai, freezer box, kompor gas, hingga mesin pemarut singkong. Pemerintah berharap, peralatan ini dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas layanan pelaku UMKM.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan UMKM Pemerintah Kabupaten Kampar yang dikembangkan bersama DPRD dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM melalui penguatan kompetensi SDM dan dukungan sarana usaha.
Misharti menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Ia memaparkan rencana jangka panjang Pemkab Kampar untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih berdaya saing, termasuk melalui pendampingan, pelatihan, perluasan akses pasar, hingga digitalisasi usaha.
“Kita ingin UMKM Kampar tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan menembus pasar nasional bahkan internasional. Kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana dikelola dengan strategi yang tepat,” tutupnya.
Program ini merupakan bagian dari gerakan “Kampar di Hati”, yang menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah berharap, dukungan berkelanjutan ini dapat mendorong UMKM Kampar menjadi sektor yang lebih tangguh, modern, dan berorientasi pada pasar yang lebih luas.(FLS)







