XIII KOTO KAMPAR, Voiceriau.com – Peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Kampar menjadi momentum konsolidasi penting bagi dunia pendidikan.
Dalam acara yang digelar di Aula Korwil Bidang Pendidikan Desa Batu Bersurat, Rabu (26/11/2025), Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Umum PGRI Kabupaten Kampar Misharti menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah memperkuat kapasitas dan kesejahteraan guru sebagai aktor utama pembangunan sumber daya manusia.
Acara ini turut dihadiri Korwil XIII Koto Kampar Ketua PC PGRI XIII Koto Kampar Dasril Amali Camat XIII Koto Kampar Zulfikar serta seluruh pengurus PGRI kecamatan.
Selain peringatan HUT PGRI, kegiatan juga diisi pengukuhan Pengurus Cabang (PC) PGRI beserta Dewan Pakar dan pengurus bidang masa bakti 2025–2030. Pengukuhan ini dinilai menjadi pondasi baru dalam penguatan struktur organisasi PGRI di tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Misharti menyebut pengukuhan pengurus baru bukan hanya agenda seremonial, tetapi momentum strategis bagi revitalisasi gerakan PGRI.
“Guru adalah pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi rumah besar perjuangan para pendidik,” ujar Misharti.
Ia menambahkan, usia ke-80 PGRI harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, dan respons organisasi terhadap tantangan zaman, terutama di era digital dan globalisasi yang menuntut kompetensi guru semakin kompleks.
Salah satu poin penting yang disampaikan Misharti adalah dorongan bagi guru-guru di XIII Koto Kampar untuk mengikuti program pelatihan dan sertifikasi.
Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan mekanisme peningkatan profesionalisme.
“Sertifikasi guru adalah proses memastikan guru memenuhi standar kompetensi dan kelayakan sebagai pendidik profesional. Program ini meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memberi pengakuan dan kesejahteraan bagi guru,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kampar, katanya, akan tetap bersinergi dengan PGRI untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan.
Peringatan HUT ke-80 PGRI juga menampilkan sejumlah kegiatan, mulai dari gerak jalan santai hingga lomba video pembelajaran. Doorprize diberikan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk menjaga suasana kebersamaan.
Di akhir acara, Misharti menutup dengan seruan penguatan peran guru sebagai agen perubahan.
“Mari jadikan PGRI wadah perjuangan yang inklusif, progresif, dan solutif. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pemimpin perubahan. Selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI. Teruslah menginspirasi,” pungkasnya.
Peringatan ini menjadi penanda bahwa penguatan profesionalisme guru serta konsolidasi organisasi menjadi agenda krusial PGRI Kabupaten Kampar dalam lima tahun ke depan, sebuah langkah yang diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda Kampar.(FLS)







