BATAM – Kepulangan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Kampar dari Tanah Suci tidak hanya disambut dengan rasa syukur dan haru, tetapi juga memunculkan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan para jemaah, terutama yang lanjut usia.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Iib Nursaleh, meminta Pemerintah Kabupaten Kampar bergerak cepat dan aktif memantau kesehatan jemaah haji pasca-kepulangan guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kelelahan maupun penyakit bawaan setelah menjalani ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Permintaan itu disampaikan Iib usai menyambut kedatangan jemaah haji Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter 05 di Batam, Ahad (7/6/2026).
Penyambutan dilakukan bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Wakil Bupati Kampar Misharti, Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar Taufiq Efendi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Erizon Efendi.
Menurut Iib, perhatian pemerintah daerah terhadap jemaah haji tidak boleh berhenti pada proses penjemputan dan penyambutan semata.
Ia menilai, kondisi fisik jemaah perlu terus dipantau secara berkala setelah tiba di daerah masing-masing, mengingat sebagian besar jemaah merupakan kelompok usia lanjut yang rentan mengalami penurunan kesehatan pasca-perjalanan panjang dari Arab Saudi.
“Kami meminta pemerintah daerah melalui dinas kesehatan, puskesmas, hingga tenaga kesehatan di kecamatan untuk aktif memantau kondisi jemaah haji. Kalau ada keluhan kesehatan harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius,” kata Iib kepada wartawan melalui sambungan telepon selulernya.
Politisi Partai Golkar asal Kecamatan Perhentian Raja itu mengatakan, pemantauan kesehatan penting dilakukan setidaknya selama dua minggu setelah kepulangan jemaah.
Menurut dia, perjalanan ibadah haji yang memerlukan aktivitas fisik tinggi, ditambah cuaca panas dan mobilitas yang padat selama di Tanah Suci, dapat berdampak pada kondisi kesehatan jemaah ketika kembali ke Indonesia.
Ia juga meminta para jemaah dan keluarga tidak menyepelekan keluhan kesehatan sekecil apa pun. Apabila mengalami gangguan kesehatan, jemaah diminta segera melapor kepada fasilitas kesehatan terdekat agar dapat memperoleh penanganan medis secara cepat dan tepat.
“Kepada jemaah haji, jika ada keluhan kesehatan segera disampaikan kepada petugas kesehatan terdekat. Pemerintah daerah juga diminta mengerahkan personel di wilayah yang ada jemaah hajinya,” ujar Iib.
Meski demikian, Iib mengaku bersyukur karena secara umum kondisi jemaah haji Kampar yang telah tiba di Batam dalam keadaan sehat. Ia menilai sebagian besar jemaah hanya mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang.
“Karena banyak jemaah yang sudah sepuh, tentu ada kelelahan. Tetapi secara umum saya lihat kondisinya sehat dan baik,” katanya.
Suasana penyambutan jemaah haji Kampar di Batam berlangsung penuh haru. Selain dihadiri unsur pemerintah daerah, kegiatan itu juga diramaikan warga Kampar yang bermukim di Batam.
Sejumlah keluarga tampak tidak kuasa menahan tangis saat menyambut kepulangan anggota keluarganya setelah menjalani ibadah haji lebih dari sebulan di Tanah Suci.
Di tengah suasana bahagia tersebut, musim haji tahun ini juga menyisakan duka bagi masyarakat Kabupaten Kampar.
Iib menyebutkan, sebanyak empat jemaah haji asal Kampar meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Dua jemaah meninggal dunia di Mekkah, satu orang di Madinah, dan satu jemaah lainnya meninggal dunia di Embarkasi Batam menjelang keberangkatan menuju Arab Saudi.
“Atas nama pribadi dan pimpinan DPRD Kampar, kami turut berduka cita. Semoga seluruh jemaah yang wafat husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Iib.
Selain itu, masih terdapat satu jemaah asal Kampar yang belum dapat dipulangkan bersama Kloter 05 karena sedang menjalani perawatan di Arab Saudi.
Jemaah tersebut dijadwalkan dipulangkan bersama Kloter 25 dalam beberapa hari mendatang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Iib turut mendoakan agar jemaah yang masih sakit segera pulih dan dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.(ADV)







