KAMPAR, Voiceriau.com – Mendengar laporan adanya pelayanan Puskesmas Salo yang tutup pada siang hari 6 November lalu, Wakil Bupati Kampar Misharti langsung bergerak cepat.
Tanpa menunggu waktu lama, ia turun langsung meninjau Puskesmas Salo di Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Jumat (7/11/2025), untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Kedatangan Misharti bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepeduliannya terhadap pelayanan dasar yang menjadi hak masyarakat.
Ia mengaku prihatin begitu mendengar kabar puskesmas tutup di waktu yang seharusnya masih aktif melayani warga.
“Saya sengaja datang langsung karena mendapat laporan puskesmas tutup siang hari. Berdasarkan penjelasan kepala puskesmas, petugas sedang melayani di UGD. Tapi saya tegaskan, puskesmas induk tidak boleh tutup walaupun sedang ada pelayanan di UGD,” ujar Misharti.
“Puskesmas tidak boleh tutup, pelayanan 24 jam. Siang saja sudah tutup, macam mana malam hari? Ini tidak boleh terjadi lagi. Puskesmas harus selalu siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tambahnya dengan tegas.
Misharti menegaskan, program Puskesmas 24 Jam merupakan bagian penting dari visi Kampar di Hati yang digagas bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, setiap tenaga kesehatan harus memahami bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti, terutama di bidang kesehatan.
“Saya sudah sampaikan kepada kepala puskesmas agar membagi tugas dengan baik. Walau ada di UGD, puskesmas induk tetap harus buka. Ini janji kami kepada masyarakat Kampar,” ujarnya.
Dalam peninjauan itu, Misharti juga melihat kondisi fasilitas dan tenaga kesehatan di Puskesmas Salo. Ia menilai sarana sudah cukup memadai karena memiliki dua lokasi, yakni puskesmas induk di Desa Sipungguk dan puskesmas pembantu di Desa Salo.
Meski begitu, ia mengakui perlu ada evaluasi terhadap jumlah tenaga medis. Pemerintah Kabupaten Kampar akan mengkaji kemungkinan penyebaran tenaga kesehatan, baik dari PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, agar pelayanan semakin optimal.
“Pelayanan kesehatan ini akan kita evaluasi secara menyeluruh. Jika memang kekurangan tenaga, tentu akan kita tambah agar pelayanan tidak terganggu,” kata Misharti.
Menurutnya, pelayanan kesehatan adalah ujung tombak kesejahteraan masyarakat dan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Pelayanan kesehatan merupakan bagian dari visi dan misi kami bersama Bupati Ahmad Yuzar. Apapun alasannya, pelayanan tidak boleh berhenti,” tegas Misharti.
Langkah cepat yang dilakukan Wakil Bupati Kampar Misharti ini menjadi pesan kuat bagi seluruh puskesmas di daerah agar tetap siaga dan disiplin menjalankan pelayanan 24 jam. Karena bagi Misharti, kesehatan masyarakat adalah janji yang tidak boleh dikhianati.(FLS)







