KAMPAR, voiceriau.com – Tak mau program kesehatan sekadar ramai di atas kertas, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes., turun langsung membedah capaian Puskesmas. Target yang belum tercapai diminta segera dikejar, sementara setiap program dituntut memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Zulhendra saat melakukan kunjungan kerja ke UPT Puskesmas Kampa dan UPT Puskesmas Bangkinang, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus untuk membuka dan mengikuti secara langsung pelaksanaan Lokakarya Mini Bulanan Tingkat Puskesmas.
Forum tersebut menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana program kesehatan berjalan, mengukur capaian indikator, mengidentifikasi kendala di lapangan, sekaligus menyusun langkah percepatan.
Dalam lokakarya, Zulhendra mengikuti paparan langsung mengenai capaian sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Kampar di bidang kesehatan yang disampaikan jajaran masing-masing Puskesmas.
Data capaian itu menjadi bahan untuk melihat program yang telah memenuhi target maupun indikator yang masih membutuhkan perhatian dan percepatan.
Sejumlah program strategis yang menjadi perhatian di antaranya Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta Pemberian Makanan/produk khusus untuk kelompok sasaran melalui program PKMK.
Zulhendra menegaskan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan.
Menurutnya, ukuran keberhasilan harus terlihat dari pencapaian target dan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pelayanan kepada masyarakat harus terus kita tingkatkan. Setiap program harus memiliki target yang jelas dan harus kita kawal pencapaiannya,” tegas Zulhendra.
Indikator Rendah Diminta Segera Dikejar
Zulhendra meminta seluruh jajaran Puskesmas menjadikan data sebagai dasar dalam melakukan evaluasi dan menentukan langkah selanjutnya.
Jika terdapat indikator yang masih rendah, ia meminta persoalan tersebut segera diidentifikasi agar dapat ditentukan langkah percepatan.
“Data capaian harus menjadi dasar kita dalam mengambil keputusan. Kalau ada indikator yang masih rendah, segera identifikasi kendalanya dan lakukan langkah percepatan,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi tidak boleh berhenti pada penyampaian angka capaian. Setiap angka harus mampu menjelaskan kondisi pelayanan di lapangan dan menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan.
Karena itu, kepala Puskesmas bersama tenaga kesehatan dan pelaksana program didorong memperkuat koordinasi agar berbagai persoalan dapat segera ditindaklanjuti.
Tak Sekadar Evaluasi, Harus Ada Percepatan
Lokakarya Mini Bulanan merupakan bagian dari penguatan manajemen pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas.
Melalui forum tersebut, capaian, kendala, kebutuhan serta berbagai persoalan pelayanan dapat dibahas bersama sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Zulhendra juga mendorong agar program strategis Pemerintah Kabupaten Kampar di bidang kesehatan benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata di tingkat pelayanan dasar.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya tercatat dalam laporan, tetapi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kunjungan ke Puskesmas Kampa dan Puskesmas Bangkinang sekaligus menunjukkan komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar untuk memperkuat monitoring dan evaluasi secara langsung.
Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu mendorong seluruh Puskesmas meningkatkan mutu pelayanan sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar.
Bagi Dinas Kesehatan Kampar, capaian program bukan sekadar angka dalam laporan. Di balik setiap indikator, ada pelayanan dan manfaat yang harus benar-benar sampai kepada masyarakat.(***)







