BANGKINANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Kampar menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Kampar pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang.
Jika saat ini memiliki empat kursi di DPRD Kabupaten Kampar, partai berlambang banteng moncong putih itu menargetkan dapat meraih enam hingga delapan kursi sekaligus merebut posisi pimpinan DPRD.
Target tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kampar, Misharti, dalam kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), pembentukan sekaligus pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Kampar di Aula Stanum, Bangkinang, Ahad (26/7/2026).
“Untuk Pileg tahun 2029 yang akan datang, kita targetkan pimpinan DPRD Kampar. Dari empat kursi, kita targetkan enam sampai delapan kursi,” kata Misharti dalam sambutannya.
Misharti mengatakan, pelaksanaan Musancab dan pelantikan PAC menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi partai hingga ke tingkat kecamatan.
Menurut dia, antusiasme kader dan pengurus untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Bahkan, jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan panitia.
“Awalnya diperkirakan sekitar 300 orang. Namun, berdasarkan registrasi yang dilakukan panitia, yang hadir lebih dari 400 orang,” ujar Misharti.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus PAC, kader, serta jajaran partai yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Misharti juga menilai, keberhasilan PDI Perjuangan mengusung pasangan bupati dan wakil bupati pada Pilkada Kabupaten Kampar 2024 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan partai di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, Pilkada tahun 2024 menorehkan sejarah bagi PDI Perjuangan. Kita berhasil mengusung bupati dan wakil bupati di Kabupaten Kampar. Ini merupakan torehan sejarah yang sangat baik untuk kemajuan partai kita,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, PDI Perjuangan Kabupaten Kampar membentuk dan melantik pengurus PAC di sejumlah kecamatan.
Pelantikan itu menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi partai di tingkat kecamatan dan ranting. Konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja-kerja politik serta pelayanan partai kepada masyarakat.
Sejumlah PAC yang dibentuk dan dilantik berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar, di antaranya Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, Kuok, XIII Koto Kampar, Koto Kampar Hulu, Tapung Hulu, Siak Hulu, Tambang, Rumbio Jaya, Kampar, dan Kampar Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Zukri, Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Ma’mun Solikhin, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kampar Misharti, Sekretaris DPC Hanafiah, Bendahara DPC H Ropii Siregar, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kampar Yohanes Lindung dan Azhari Nardi.
Selain itu, hadir pula jajaran pengurus partai, kader, pengurus PAC, serta pengurus ranting PDI Perjuangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Kampar.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Zukri mengapresiasi capaian PDI Perjuangan Kabupaten Kampar dalam Pilkada 2024.
Menurut dia, keberhasilan partai mengusung dan memenangkan pasangan bupati dan wakil bupati menjadi catatan penting karena sebelumnya PDI Perjuangan Kabupaten Kampar belum pernah memiliki bupati maupun wakil bupati yang diusung partai tersebut.
“Ini capaian yang luar biasa. Dalam sejarahnya, PDI Perjuangan Kabupaten Kampar belum pernah memiliki bupati maupun wakil bupati yang diusung. Sekarang kita memiliki bupati dan wakil bupati,” kata Zukri.
Dalam kesempatan itu, Zukri juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan partai politik semata-mata sebagai kendaraan untuk mengejar jabatan, kekayaan, maupun kepentingan pribadi.
Ia menekankan bahwa perjuangan politik harus memiliki tujuan yang lebih besar, yakni memberikan manfaat dan membantu masyarakat.
“Kita harus punya motivasi hidup sehingga mau berpartai bukan karena ingin kaya, bukan juga semata-mata untuk jabatan atau mencari uang. Berpartai sesungguhnya adalah ibadah karena kita bisa menolong banyak orang,” ujar Zukri.
Menurut dia, seseorang yang bergabung dalam partai politik tidak harus selalu memiliki ambisi untuk menjadi anggota DPRD, kepala daerah, gubernur, maupun presiden.
Sebab, kata Zukri, kontribusi terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara.
“Kalau orang berpikir berpartai itu harus menjadi anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten, bupati, wakil bupati, gubernur, atau presiden, itu salah,” katanya.
“Berpartai bukan semata-mata tentang jabatan. Berpartai adalah jalan yang kita tempuh untuk menolong banyak orang,” lanjut Zukri.
Ia mencontohkan, partai politik dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang sakit, membantu masyarakat miskin, serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Menurut Zukri, kader partai harus memiliki kepedulian terhadap daerah, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kalau kita menggunakan partai dengan baik, partai bisa menjadi alat untuk menolong orang sakit dan menolong orang miskin. Kita berkumpul di PDI Perjuangan karena peduli dengan Kabupaten Kampar, peduli dengan Provinsi Riau, dan peduli dengan bangsa serta negara Indonesia,” ujarnya.
Zukri juga mengatakan, dirinya tidak lagi menjadikan jabatan sebagai tujuan utama dalam berpolitik.
Ia menyebut keinginannya untuk menduduki jabatan politik hanya sebagian kecil dari motivasi dirinya dalam berpartai.
“Saya hari ini bahkan tidak lagi berpikir tentang jabatan. Saya juga tidak berpikir besok akan menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan. Kalau tentang jabatan, keinginan saya hanya 30 persen. Bahkan menurut saya, 30 persen itu hanya takdir dan rencana Allah,” kata Zukri.
Ia menegaskan, dirinya ingin terus mengabdi melalui partai karena politik dianggap sebagai salah satu jalan untuk membantu masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menolong orang,” ujarnya.
Zukri mengatakan, tidak semua orang yang ingin membantu masyarakat harus menjadi pejabat atau anggota legislatif.
Menurut dia, setiap orang memiliki jalan pengabdian masing-masing.
“Ada orang yang memilih menjadi pejabat, anggota DPRD provinsi, wakil bupati, atau anggota DPRD kabupaten, lalu dia bisa menolong orang. Tetapi ada juga orang yang tidak perlu menjadi anggota DPRD atau pejabat, namun tetap bisa menolong orang,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh kader PDI Perjuangan di Kabupaten Kampar untuk menjadikan konsolidasi partai sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“Jabatan itu tidak selalu menjadi ukuran seseorang bisa bermanfaat. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat dan menolong sebanyak mungkin orang,” ujar Zukri.Kalau diinginkan, saya juga bisa membuatkan versi lebih tajam untuk media online, dengan judul yang lebih “menggigit” dan lead yang lebih kuat untuk menarik pembaca.(***)







